Main Area

pesparawi xiii
ulang tahun ke 36

Main

Kejaksaan Negeri Mimika Sosialisasi Anti Korupsi Dengan Bagi-bagi Stiker

Kepala Kejaksaan Negeri Mimika ketika menempelkan stiker ke salah satu kendaraan yang hendak melintas di depan Timika Indah / Tim/TabukaNews.com

 

Timika,TabukaNews.com - Menyambut Hari Anti Korupsi Internasional ,Kejaksaan Negeri Mimika mensosialisasi gerakan anti korupsi dengan menyebarkan dan memasangkan 300 lembar stiker yang bertuliskan  'generasi milenial anti korupsi' dan 'saya anda kita semua anti korupsi' kepada para pengendara roda empat maupun roda dua pada Senin (9/12) depan bundaran Timika Indah,Kabupaten Mimika,Papua.

Dalam kegiatan tersebut Kejaksaan Negeri Mimika melibatkan pelajar jaman milenial dengan tujuan untuk merangkul sedini atau sedeteksi mungkin agar para pelajar mengenal apakah tindak pidana korupsi dan bagaimana cara mencegahnya. 

Kepala Seksi Penerangan Umum (Kasi Penum) Kejari Mimika, Eko Winarno mengatakan,bahwa kegiatan hari anti korupsi tahun ini mengambil tema bersama melawan korupsi,mewujudkan Indonesia maju.

"Tema relevan ini semakin meneguhkan kembali komitmen dan tanggungjawab bersama untuk saling bahu membahu dalam proses penegakan hukum, pencegahan dan pemberantasan korupsi guna memajukan Indonesia," kata Eko seusai kegiatan.

Dengan mengajak pelajar memperingati Hari Anti Korupsi Internasional,kata Eko bahwa pelajar adalah generasi milenial yang harus dikenalkan dan dibudayakan untuk mengetahui apa itu korupsi dan bagaimana pencegahannya.

"Termasuk organisasi kepemudaan ya,tapi mereka belum hadir tapi kita sudah beritahukan sebelumnya,"katanya.

Untuk di Kabupaten Mimika langkah pencegahan atau penindakan terhadap korupsi,kata Eko bahwa menurut perintah dari pimpinan Kejaksaan Agung memperbaiki dalam hal berkoordinasi internal terlebih dahulu yaitu inspektorat.

"Jika memang ada temuan kita melakukan pencegahan dini yang mana mengembalikan kerugian negara.Tapi selain itu juga harus memperbaiki sistem utama perbuatan melawan hukum agar kedepan tidak diulang kembali,"katanya.

Lanjut Eko, kalau memang dalam hal ini ada  kerugian negara sangat besar maka ditingkatkan ke penyidikan dan penyelidikan.Dan kalau untuk batasan pihaknya masih menunggu petunjuk dari pimpinan. 

"Jadi kalau ada kerugian negara besar tetap ada dua tindakan yang harus dilakukan,yakni pertama menyelamatkan keuangan negara dan melakukan pidana,"ungkapnya.(Tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika