Main Area

pesparawi xiii

Main

Kebutuhan BBM Warga Mimika Relatif Meningkat

Inosensius Yoga Pribadi / Foto : dok tabukanews.com

TIMIKA, TABUKANews.com - Sekretaris Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Inosensius Yoga Pribadi mengatakan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di daerah itu mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya penggunaan alat transportasi laut.

Kebutuhan premium semakin meningkat sehingga diharapkan pihak Pertamina menambah pasokan ke daerah itu. Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Inosensius Yoga Pribadi kepada wartawan,Senin (20/8).

Peningkatan kebutuhan BBM jenis Premium itu erat kaitannya dengan perkembangan ekonomi di distrik-distrik terluar yang cukup signifikan, dan menjadi salah satu faktor tingginya permintaan terhadap BBM jenis premium.

Semakin banyak warga yang menggunakan alat transportasi laut dan sungai yang menggunakan bahan bakar premium.

"Dua pekan lalu premium hampir kosong. Itu bukan karena ada gangguan pengiriman pasokan tapi pertumbuhan kebutuhan masyarakat sudah tidak seimbang dengan pasokan yang ada," kata Inoesensius.

Pengajuan rekomendasi ke Disperindag Mimika untuk permintaan BBM bersubsidi jenis premiun dan solar, kata Inosensius belakangan meningkat pesat.

Hal itu menurutnya, disebabkan semakin banyaknya distrik menggunakan mesin genset, berkembangnya koperasi di wilayah pesisir yang operasionalnya menggunakan BBM.

Ditambah lagi, aktifitas masyarakat dari distrik pesisir semakin intens ke Kota Timika sejak bergulirnya dana desa.

"Menjadi fenomena umum di Timika, warga masih lebih memilih BBM jenis premium (bensin) karena harganya masih lebih murah dibanding jenis petelralite. Hasil koordinasi dengan Pertamina, Disperindag Mimika hanya bisa membatasi setiap permintaan rekomendasi dari warga sebagai langkah antisipasi sementara," ujarnya.

"Aktifitas dan mobilitas warga karena dana desa cukup tinggi. Mereka beli berdrum-drum dan kita tidak bisa larang karena memang itu kebutuhan mereka. Cuma kita antisipasi, jangan sampai kebutuhan distrik, membuat kita di kota kosong," katanya lagi.

Untuk mengantisipasi hal itu, Disperindag Mimika sedang mendata kebutuhan BBM setiap distrik. Data tersebut selanjutanya menjadi dasar pengajuan penambahan kuota BBM ke Pertamina.(Jero/TB)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika