Main Area

Main

KBM di Kwamki Narama Direlokasi

TIMIKA,TABUKANews.com - Konflik berkepanjangan yang terjadi di Kelurahan Kwamki Narama, Distrik Kwamki Narama berdampak pada semua aspek kehidupan masyarakat. Salah satunya kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD Kwamki I Narama, harus dipindahkan (direlokasi) ke SD I Koperapoka, sehingga anak-anak tidak dirugikan. 

 

“Kita dari kepolisian hanya mengawal dan membantu pihak sekolah untuk memindahkan semua perlengkapan maupun peralatan sekolah ke lokasi baru sehingga aktivitas KBM tetap bisa jalan setiap hari. Dengan harapan anak-anak bisa mengikuti pelajaran dan tidak tertinggal lagi,”kata Kapospol Kwamki Narama, Iptu Y Harikatang saat dikonfirmasi Rabu (22/2).

 

Menurut Harikatang,  relokasi menjadi pilihan terbaik agar proses KBM bisa berjalan dan anak-anak tidak tertinggal lagi. Pihak kepolisian membantu guru-guru untuk memudahkan kegiatan belajar mengajar.

 

“Situasi untuk saat ini masih belum stabil sehingga mereka pindah ke sekolah ini. Mereka hanya pinjam bangunan sekolah dari kelas 3-6 saja,”kata Iptu Harikatang.

 

Dengan begitu, kata dia, siswa SDI Kwami Narama tidak akan ketinggalan dalam pelajaran dikarenakan konflik terus menerus ini. Dia berarap, dengan adanya peminjaman ruangan kelas ini proses KBM ini dapat berjalan baik. Saat ini hanya  SDI Kwamki Narama yang pindah, sementara itu untuk sekolah SMP masih berjalan normal.

 

Sementara, Ketua Komisi C DPRD Mimika, Yohanis Kibak meminta Dinas Pendidikan (Dispend) Kabupaten Mimika dapat mencari solusi agar anak-anak Kwamki Narama bisa meneruskan pendidikan dengan memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman.

 

"Masalah konflik sebetulnya Pemkab, DPRD, TNI-Polri tidak boleh diam. Kita tidak boleh biarkan mereka terlarut dalam konflik. Kita harus cepat tangani dan cepat selesaikan,"kata Yohanis Kibak saat ditemui di Jalan Budi Utomo, Rabu (21/2).

 

Menurut Kibak, Pemkab Mimika melalui OPD terkait harus mengambil sikap tegas menyikapi konflik yang terjadi di Distrik Kwamki Narama yang tidak hanya mengorbankan nyawa dan harta benda tapi juga masa depan generasi Mimika.

 

"Kita harus ambil sikap tegas. Konflik ini sudah lama dan yang jadi korban bukan hanya orang dewasa tapi anak-anak mereka tidak sekolah, akhirnya mereka ikut main juga dalam konflik inig," tegas Kibak. 

 

Solusinya, anak-anak ini harus didata oleh Dinas teknis dan berkoordinasi dengan sekolah-sekolah yang ada di Timika.  Anak-anak bisa tetap sekolah dan jauhkan mereka dengan kebiasaan konflik (berperang).  

 

"Saya minta Pemerintah harus ambil langkah untuk pindahkan anak-anak ini ke sekolah yang ada di kota Timika dan membuat asrama untuk anak-anak ini tinggal dan bersekolah,"terang dia. (dzy/tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika