Main Area

pesparawi xiii
HUT Republik Indonesia Ke 75

Main

Kasus Pidana Komisioner KPU Mimika Tak Jelas

Komisioner KPU Mimika saat rapat dengan para Tim Sukses beberapa waktu lalu./ Foto : Dok Tabukanews.com

TIMIKA, TABUKANews.com - Kasus pidana Komisioner KPU Mimika yang telah dinyatakan sebagai tersangka beberapa waktu lalu, saat ini semakin tak jelas. 

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua Fegie Y Wattimena yang ditemui di Timika,  menegaskan kasus pidana pemilu yang disangkakan kepada empat komisioner KPU Mimika dan dua komisioner Panwaslu Mimika menjadi urusan atau ranah Kejaksaan Tinggi Papua.

Fegie menjelaskan bahwa  Bawaslu Papua telah meneruskan laporan pasangan cabup-cawabup Mimika Eltinus Omaleng-Johannes Rettob (OmTob) terhadap komisioner KPU Mimika dan komisioner Panwaslu Mimika ke penyidik Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang berasal dari Kepolisian Daerah Papua.

"Kami sudah menindaklanjuti laporan dari pasangan calon tersebut ke penyidik. Penyidik juga sudah melimpahkan berkas kasus itu ke Kejaksaan Tinggi. Sekarang ranahnya ada di Kejaksaan Tinggi. Tolong ditanyakan ke Kejaksaan Tinggi sejauh mana tindak lanjut kasus itu," kata Fegie.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Sugeng Purnomo  yang ditemui Rabu (23/5) malam di hotel Aston Jayapura terkesan tidak transparan dalam kasus tersebut dengan meminta meminta media menanyakan kembali ke Sentra Gakkumdu Provinsi Papua.

“Coba ke Sentra Gakkumdunya, mereka yang bisa menjelaskan kasus itu secara detail penyelesaiannya,” kata Sugeng Purnomo.

Sugeng mengakui pernah ada rencana untuk memindahkan lokasi persidangan dari Timika ke Jayapura seandainya perkara ini disidangkan. 

“Memang saat itu pernah ada wacana terkait rencana pemindahan itu, kalau misalnya memang akan disidangkan. Tapi untuk proses penanganan perkaranya, ini memang agak susah kalau pemilihan begini. Jadi, memang ada tahapan yang diselesaikan bersama, di Gakkumdu itu kan ada Bawaslu, Kejaksaan dan ada Polisi,” kata Sugeng.

Menurutnya, keberadaan penyidik dan penuntut dalam satu lembaga yang dinamakan Sentra Gakkumdu karena batas waktu penyelesaian perkara pidana pemilu ini lebih cepat dari kasus pidana lainnya.

“Semua perkara ada masa kadaluarsanya, bukan hanya pilkada. Tapi penanganan perkara ini ada batasan yang lebih cepat, karena itu dibentuk yang namanya Sentra Gakkumdu,” kata Sugeng.

Jawaban yang hampir sama disampaikan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal yang sempat mengkonfirmasi kasus ini ke Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Kombes Pol Tony Harsono. 

“Menurut Direskrimum, kasus pidana pemilu dengan tersangka komisioner KPUD dan Panwaslu Mimika masih dalam proses penyidikan,” kata Kamal di Mapolda Papua, Rabu (23/5).

Sementara itu dari informasi yabg berhasil dihimpun bahwa berkas perkara pidana pemilu dengan tersangka 5 komisioner KPUD dan 3 komisioner Panwaslu Mimika sudah dilimpahkan penyidik Polda Papua ke Kejati Papua pada minggu pertama bulan Mei 2018.

“Seharusnya berkas perkara ini sudah dinyatakan lengkap (P-21), namun hingga saat ini Kejati Papua kembali mengembalikan berkas perkara tanpa alasan hukum yang jelas,” kata salah satu sumber di Sentra Gakkumdu Papua.

Kasus pidana pemilu yang melibatkan komisioner KPUD dan Panwaslu Mimika diadukan oleh Tim Hukum pasangan calon (paslon) petahana Bupati Mimika Eltinus Omaleng - Johannes Rettob (OMTOB) akhir Maret 2018 lalu.

Para komisioner KPUD dan Panwaslu Mimika diadukan pasangan OMTOB setelah pasangan ini dimenangkan atas gugatan mereka terhadap KPUD Mimika di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makassar.

Hal senada juga disampaikan Penjabat Gubernur Papua Mayjen TNI (Purn) Soedarmo yang secara tegas menunjuk KPUD Mimika sebagai sumber masalah yang menghambat pelaksanaan tahapan pilkada Mimika.

“Masalah dalam Pilkada Mimika ini, karena KPUD sudah bekerja tidak benar dari awal. Mereka berupaya meloloskan pasangan yang sebenarnya sudah tidak memenuhi syarat dari awal pencalonan. Hal inilah yang menghambat pelaksanaan tahapan pilkada,” kata Soedarmo dalam sambutannya pada penutupan latihan PPRC di Timika, Sabtu (12/5) lalu.(tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika