Main Area

Main

Kasus Pencabulan Oeh Oknum Guru masih Tahap Pemberkasaan

TIMIKA, TABUKANews.com - Kasus cabul yang dialami seorang anak Sekolah Menegah (SMA) di salah satu sekolah di Timika sebut saja Mawar yang kini masih dalam pemberkasan.

Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto,SIK,. MH mengatakan, kalau kasus pencabulan dengan korban salah satu siswi SMA  itu masih dalam tahap pemberkasan.

"Sekarang kasus ini, masih dalam tahap pemberkasan kalau sudah selesai maka akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Timika,"ucap Kapopres  saat ditemui di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Jumat (16/11).

Kasus yang menimpa siswi SMA tersebut masih dalam pemberkasan. Karena masih dilengkapi beberapa berkas.
 
Sebelumnya diketahui, seorang oknum guru yang diketahui berinisial AR, Senin (22/10) lalu terpaksa harus diamankan pihak kepolisian lantaran diduga telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur sebut Mawar (Bukan nama sebenarnya) yang diketahui masih merupakan keponakannya sendiri.

Korban Mawar yang diketahui merupakan pelajar disalah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Timika itu ketika ditemui, Rabu (3/10) lalu menceritakan kronologis kejadian tersebut dimana kejadian persetubuhan yang dilakukan oleh pamannya itu terjadi pada Senin (19/2) Tahun 2018 lalu disalah satu hotel kelas melati yang ada di Kota Timika yang mengakibatkan korban mengandung dan kini telah melahirkan.

 “Waktu kejadian itu saya masih sekolah kelas dua SMA, dan saya tinggal di asrama. Lalu om datang ke asrama dan kasih tahu, siap-siap pakaian untuk keluar dari asrama dan kejadian itu bulan Februari lalu. Dan waktu itu saya sempat bilang ke om kalau nanti kelas tiga sudah baru saya keluar dari asrama, tapi om tidak mau dan dia paksa saya terus untuk keluar asrama dengan asalan supaya saya tinggal di rumah lalu temani adik sepupu,”kata Mawar.

Selanjutnya kata korban, pada saat itu juga korban lalu kemudian keluar dari asrama sekolah yang dia tinggal, dan pergi bersama tersangka dengan tujuan hendak pulang ke rumah tersangka.

 Namun dalam perjalanan pulang, tersangka AR bukannya membawa pulang korban ke rumah melainkan membawa korban yang diketahui masih merupakan keponakannya itu ke salah satu hotel kelas melati yang ada di Kota Timika.

“Dia bilangnya mau pulang ke rumah tapi tidak pulang ke rumah tapi dia bawa saya ke hotel, lalu dia kurung saya di hotel itu selama tiga hari. Jadi selama tiga hari itu saya ke sekolah seperti biasa, dari hotel ke sekolah dia antar, lalu pulang juga dia jemput pakai mobil. Saya waktu itu tidak bisa melawan, karena saya takut di pukul,”kata korban.

Kemudian korban melanjutkan ceritanya dimana kata korban setelah tiga hari dirinya bersama pelaku AR disalah satu kamar hotel, setelah itu pelaku bersama korban kembali pulang ke rumah tersangka.

“Jadi waktu di hotel itu yang kejadian itu terjadi (Persetubuhan red), lalu setelah itu saya dengan dia pulang ke rumah. Dan waktu mau pulang ke rumah, dia suruh saya pakai baju batik sekolah jadi seakan-akan saya baru pulang sekolah dan saya tinggalnya di asrama. Lalu kalau di rumah waktu itu dia juga sering mau buat begitu, kalau tante (Istri tersangka red) tidak ada. Tapi saya selalu cegat, dengan cara saya panggil sepupu saya yang kecil lalu temani saya biar dia tidak bisa lakukan,”ungkapnya.(tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika