Main Area

Main

Kapolres Mimika : Isu Agus Hanau Dibunuh Adalah Hoax

Suasana pemalangan di jalan SP2 jalur 2/Foto: Ricky Lodar

Timika, Tabukanews.com - Warga SP2 yang merupakan keluarga Agustinus Hanau melakukan aksi pemalangan Cendrawasih SP2 tepatnya di jalur 2 lantaran beredar informasi dikalangan keluarganya kalau yang bersangkutan dibunuh oleh sekelompok warga. Informasi tersebut dibantah pihak Kepolisian dalam hal ini Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S. IK. MH yang langsung melakukan pengecekan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) dan mendapati korban saat ini sedang dirawat di dalam kondisi hidup.

"Kami dapat informasi sekitar pukul 08.30 Wit bahwa di jalan SP2 jalur 2 terjadi pemalangan oleh sekelompok masyarakat, setelah kita pengecekan ternyata ada informasi sepihak dari masyarakat bahwa telah terjadi pembunuhan lokasi di jalan SP2 jalur 2," kata Kapolres ketika memberikan penjelasan kepada warga, Sabtu (1/6).

Ia mengakui, telah terjadi penganiayaan terhadap korban oleh sekelompok warga karena korban diduga hendak mencuri, yang mana korban dalam menjalankan aksinya membawa parang, sehingga massa melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan parang yang dibawanya. Akibatnya korban mengalami luka sabetsn benda tajam di lengan bagian kiri dan dua luka sabetan benda tajam dibangian kepala.

"Berdasarkan informasi saksi, bahwa yang bersangkutan datang ke TKP jam 01.00 Wit malan menggunakan senjata tajam diduga kuat melakukan tindakan pencurian kemudian mendapat balasan atau mendapatkan perlawanan dari korban maupun masyarakat disekitar, namun karena kalau dalam segi jumlah, kemudian senjata tajamnya digunakan untuk melukai atau membela diri. Memang betul ada penganiayaan ada luka potong di lengan sebelah kiri akibat dan tajam dan dua luka di kepala," akunya.

Dalam kondisi kalau jumlah, selanjutnya korban melarikan diri dan sempat dibawa oleh anggota ke RSMM untuk mendapatkan perawatan.

Sementara itu terkait adanya isu yang berkembang terkait dibunuhnya AA dan adanya info penyerangan oleh masyarakat tertentu ditepis oleh Kapolres, sebab informasi yang beredar tersebut tidak benar/hoax. Oleh sebab itu, Kapolres mengimbau kepada keluarga korban agar menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak Kepolisian

"Terhadap informasi ini kami minta kepada masyarakat untuk tetap tenang tidak melakukan kegiatan yang sifatnya anarkis ataupun pemalangan tapi percayakan kepada kepolisian," kata Kapolres.

Saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut, yang mana, korban yang awalnya merupakan pelaku berubah status menjadi korban karena melakukan pembelaannya pada saat kejadian, dan diatur didalam KUHP pasal 48 dan 49 yang menjelaskan, barang siapa yang melakukan suatu perbuatan pidana tapi dia dalam keadaan mendesak atau keadaan membela diri itu tidak bisa dipidana, namun pihak Kepolisian hanya sebatas mengumpulkan bukti dan keterangan saksi, selebihnya menjadi kewenangan hakim di pengadilan nantinya

"Untuk pengusutannya dan pembelaannya dirinya sebagaimana pasal 48 dan 49 KUHP, tapi nanti yang menyimpulkan adalah hakim, tapi tugas kami kepolisian hanya mengumpulkan bukti maupun saksi-saksi lainnya," terangnya.

Semntara itu terkait aksi pemalangan hingga mengganggu ketetiban umum. Kata Kapolres, aksi pemalangan tidak perlu terjadi dan mengganggu aktifitas orang banyak, sehingga pemalangan tersebut harus ditepikan, karena ada berbagai aktifitas masyarakat yang menggunakan jalan Cendrawasih walaupun dalam kondisi libur.

"Pemalangan kita tepikan, kita utamakan arus lalin tidak terganggu pengemudi kendaraan harus tetap melaksanakan kegiatan masyarakat meskipun hari ini hari libur," katanya.

Sementara itu, salah satu perwakilan warga mengatakan, pihak keluarga melakukan pemalangan untuk memastikan kondisi korban setelah mendapat informasi tersebut, selebihnya pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kasus penganiayaan tersebut kepada pihak Kepolisian.

"Kami serahkan kasus ini kepada Kepolisian," kata perwakilan keluarga saat dikutip pernyataannya didepan Kapolres Mimika. (Jrl).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika