Main Area

Main

Kapolres Mimika Imbau Paslon Tempuh Jalur Hukum Bukan Kekerasan

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto / Foto : Dok Tabukanews.com

TIMIKA,TABUKANews.com - Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto menghimbau agar setiap pasangan calon yang bermasalah agar melakukan penyelesaian dengan menempuh jalur hukum.

Himbauan ini disampaikan Kapolres terkait adanya pasangan calon (paslon) yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) oleh KPU propinsi Papua terkait putusan DKPP beberapa waktu lalu.

"gunakan jalur hukum jangan gunakan kekuatan masa yang berujung pada tindak pidana," ujar Kapolres.

Kapolres mengaku sebelumnya sempat bertemu dengan paslon nomor urut 4, Hans Magal dan Abdul Muis dan meminta mereka menempuh jalur hukum menyikapi keputusan KPU RI dan KPU Provinsi Papua yang melaksanakan rekomendasi putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Tiga hari sebelum insiden pembubaran pleno KPUD Mimika dan pengrusakan hotel 66, saya sempat bertemu dengan mereka. Saat itu saya katakan untuk memperkuat tim advokasi,” ujar Kapolres.

Menurutnya, pelajaran berharga dalam pilkada Mimika sudah ditunjukkan paslon nomor urut 6 petahana Bupati, Eltinus Omaleng – Johannes Rettob (OMTOB) dan Paslon Maria Florida Kotorok – Yustus Way (MariUs) yang memilih jalur hukum saat dinyatakan TMS oleh pleno KPUD Mimika. Dari jalur hukum itu, akhirnya gugatan paslon OMTOB dan MariUs dimenangkan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) dan mereka sah menjadi peserta pilkada Mimika 2018.

“Apakah mereka (OMTOB) tidak bisa menggerakkan massa, sangat bisa. Militan tidak, ya militan tapi mereka tidak melakukan itu. Dan itulah yang berusaha kami gambarkan dan ini potret orang-orang yang menghormati hukum. Jadi tolong paslon nomor urut 4 melakukan juga kegiatan seperti itu, namun apa daya kejadian seperti Sabtu lalu,” ujar Kapolres saat buka puasa bersama jurnalis di Grand Tembaga hotel, Kamis (17/5) malam. 

Kapolres Mimika ini pun menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya maksimal mengamankan pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mimika periode 2018-2023.

Dari pengalamannya mendamaikan tawuran antarkampung di Distrik Kwamki Narama, ia yakin pilkada Mimika akan berlangsung aman dan lancar.

“Saya berterima kasih kepada Mabes Polri yang telah memberi kepercayaan untuk ditempatkan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Dan saya sudah melihat dan mengalami langsung konflik di Kwamki Narama. Konflik di Kwamki lebih kepada pertikaian antarkelompok karena setiap suku ada di setiap kelompok yang bertikai,” ujar Kapolres.

“Dari pengalaman sebelumnya memang belum ada pertikaian akibat pilkada yang terjadi di Kabupaten Mimika. Umumnya pertikaian itu dipicu kasus kriminal biasa. Karena itu kami dari kepolisian akan bekerja maksimal untuk mewujudkan pilkada Mimika yang aman dan damai seperti yang juga diharapkan oleh Pejabat Gubernur Papua Soedarmo,” ujarnya.(tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika