Main Area

Main

Kapolres: Harus Ada Pos Dibangun di Banti dan Opitawak

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S. IK. MH/ Foto : Tim

Timika, Tabukanews.com - Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S. IK. MH mengatakan, harus ada pembangunan pos-pos untuk ditempati oleh Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi di area Banti dan Opitawak untuk mengantisipasi adanya gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Tembagapura.

Ia mengakui, pihak Freeport telah menyediakan barak khusus bagi Satgas Nemangkawi di mile 66 namun terkendala jarak yang cukup jauh dengan kampung Banti dan kampung Opitawak

"Diatas ada 2 telepon dari satgasus bantuan dari Satgas nemangkawi yang ini mah harus menetap di situ supaya mobilisasi untuk pasukan itu cepat dan memenuhi daerah-daerah yang sudah kita lakukan antisipasi," kata Kapolres ketika ditemui di gang Biru usai pada saat demo damai, Jumat (19/7).

Menurutnya, pihaknya bisa saja membangun pos-pos di area Banti dan Opitawak, hanya saja terkendala prosedur, yang mana menuju lokasi Banti harus melewati Tembagapura, sehingga dikembalikan kepada pihak Pemkab Mimika.

"Jadi kita mau melakukan pembangunan juga terhalang masalah prosedur jadi dari pihak Freeport kita minta bantuan karena itu di luar area PT Freeport sehingga dikembalikan ke Pemkab," terangnya.

Ia mengakui, pihak Freeport telah menyediakan fasilitas bagi Satgas Nemangkawi yang bertugas dan sangat layak, dan telah ditinjau langsung oleh tim dari Polda Papua dan Mabes Polri, namun kendala saat ini Satgas Nemangkawi membutuhkan pos menetap yang berada di kampung Banti dan kampung Opitawak.

Ia menambahkan, sejauh ini ada 1 pos yang sudah dibangun dan sudah ditempati juga oleh Koramil dan Polsek namun karena kondisi keamanan, sehingga diutamakan Satgas nemangkawi.

"Freeport sudah menyiapkan mess di mile 66 oleh Polda dan tim supervisi dari Mabes Polri dan sangat bagus di luar harapan kita," akunya.

Sementara itu terkait dengan adanya Satgas Nemangkawi yang menempati rumah warga. Kapolres mengatakan, anggota Satgas Nemangkawi tidak menempati rumah warga melainkan menempati yang bangunan yang digunakan sebagai Pelayanan kesehatan di kampung Opitawak.

"Kalau untuk pemukiman itu tidak ada," katanya. (Jrl).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika