Main Area

Main

Kapolda Papua : Dekat Dengan Masyarakat Gunakan Komunikasi Bukan Gunakan Senjata

Arahan Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Albert Rodja/ foto : Istimewa

Timika, Tabukanews.com - Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Albert Rodja, meminta kepada seluruh anggota Kepolisian di jajaran Polda Papua agar lebih dekat kepada masyarakat melalui cara komunikasi ketimbang gunakan senjata api (senpi). Hal tersebut disampaikannya pada saat memberikan arahan bagi anggota dijajaran Polres Mimika di Mako Brimob jalan Agimuga, Jumat (7/6).

"Jadi komunikasi itu sangat penting agar kita (Polisi) lebih dekat dengan masyarakat. Kita semua pasti tidak mau kalau anggota keluarga kita kena tembak kan, jadi komunikasi itu sangat perlu," kata Kapolda.

Menurutnya, untuk menjaga keharmonisan antara Polri dan masyarakat agar terjalin dengan baik harus dimulai dari komunikasi dalam menjalankan tugas, sehingga persoalan yang terjadi di masyarakat bisa diselesaikan dengan begit hubungan akan semakin erat.
 
"Jadi intinya dalam menjalankan tugas kita harus lebih mencintai masyarakat, sehingga hubungan keharmonisan lebih terjalin baik," terangnya.

Mantan Kapolda Papua Barat, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa selain memberikan arahan kepada anggota Kepolisian dijajaran Polres Mikika, dirinya juga akan mengunjungi anggota dan keluarga korban penembakan di Kabupaten Deiyai.

"Selain kunjungi keluarga korban, saya juga akan berikan motivasi bagi anggota yang bertugas disana," ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Polri yang sudah melaksanakan tugasnya dengan baik pada pelaksanaan Pemilu 2019 lalu.
 
"Terimakasih kepada rekan-rekan yang sudah laksanakan pengamanan Pemilu, yang mana berjalan cukup baik. Tapi belum selesai, karena sekarang masih banyak Parpol, Caleg yang belum puas dan masih ajukan gugatannya, oleh karena itu harus sudah bisa petakan," ucapnya.
 
Kapolda juga menambahkan bahwa banyak anggota Polri baik Satgas Amole, dan Brimob Polda Maluku Utara BKO Polres Mimika dalam rangka pengamanan Pemilu sehingga tidak merayakan hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah bersama keluarga karena tugas negara yang merupakan amanatkan yang harus dilaksanakan.

"Saya tahu ada kerinduan terhadap keluarga, tapi ini adalah tugas, dan wajib dijalankan, karena ini adalah berkah dan amanah," ungkapnya. (Jrl).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika