Main Area

Main

Kapolda Papua Berikan Reward ke 47 Anggota Sekaligus Pecat 11 Personil

Sebanyak 11 anggota diberhentikan dengan tidak terhormat. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Papua, Irjen Pol  Drs. Martuani Sormin, M.Si, dan diikuti oleh Pejabat Utama Polda Papua dan seluruh personil Polda Papua dilapangan Polda Papua, Senin (17/12)./Foto: Istimewa

TIMIKA, TABUKANews.com - Sebagai bentuk apresiasi dan ganjaran kepada anggota maupun ASN dilingkup Polda Papua, sebanyak 47 anggota Polri mendapat reward kenaikan pangkat dan sebanyak 11 anggota diberhentikan dengan tidak terhormat. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Papua, Irjen Pol  Drs. Martuani Sormin, M.Si, dan diikuti oleh Pejabat Utama Polda Papua dan seluruh personil Polda Papua dilapangan Polda Papua, Senin (17/12).

Berdasarkan rilis yang diterima Tabuka.com dari Penmas Bid Humas Polda Papua, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap bulannya.

Amanat Kapolda Papua dalam upacara rutin bulanan, pemberian penghargaan kepada anggota yang berprestasi dan pemberhentian dengan tidak dengan hormat Anggota Polri/PNS Polda Papua menyampaikan ucapan terima kasih kepada kosik Polda Papua yang pada upacara ini sangat luar biasa dalam menjalankan tugas.

"Saya sebagai Kapolda Papua sangat bangga akan hal ini. Saya ingin menanamkan rasa bangga ini menjadi bagian dari Polda Papua dan membawa moto bahwa kita (Polda Papua) bisa," tuturnya.

Dikatakan, bahwa bagi personil Polri yang telah membuat pelanggaran, Polda Papua mempunyai cara tersendiri untuk menangani permasalahan pelanggaran yang telah dilakukan personilnya. Ia berharap cara tersebut mampu membuat efek jera bagi personil Polri yang telah melakukan pelanggaran sehingga kedepannya personil tidak akan melakukan pelanggaran lagi. Pelanggaran kode etik dan disiplin yang dilakukan oleh anggota tidak ada toleransi baik bintara maupun perwira karena di mata hukum semuanya sama.

Selain itu, Polda Papua juga memberikan penghargaan bagi personil yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh.

"Seperti kita ketahui dalam sejarah baru kali ini ada orang asing yang ditahan oleh Polda Papua dulu-dulu tidak ada. Kemudian ada Polairud yang berhasil mengungkap narkoba di wilayah perairan, Krimsus dan Tipikor kenapa menarik karena anggota Polda Papua mampu mengungkap dan menangkap pelaku korupsi dan maka dari itu saya ingin menanamkan rasa bangga kepada personil Polda Papua karena dengan rasa bangga personil akan bekerja secara maksimal," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan keinginannya agar personil Samapta lebih meningkatkan kinerja, dan berharap kedepannya mampu menangkap para pelaku/kelompok curanmor/kejahatan. Jangan takut melakukan tindakan yang benar selama tindakan tersebut bertujuan melindungi dan mengayomi serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Di Bulan Desember ini banyak agenda Kamtibmas seperti Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 dan itu akan sangat menguras energi kita, maka dari itu saya harapkan anggota dapat menjaga stamina dan fisik dengan banyak berolahraga. Bulan Desember akan dilaksanakan kegiatan Operasi Lilin dan saya harapkan anggota memberikan yang terbaik dalam kegiatan tersebut dan kepada anggota yang berprestasi nantinya akan diberikan reward berupa talent scouting jadi bagi rekan-rekan agar bekerja dengan maksimal," katanya lagi.

Diungkapkan pula, bahwa kasus di Kabupaten Nduga adalah peristiwa kemanusiaan, peristiwa biadab dan dalam sejarah Papua ini adalah korban yang terbesar.

"Kita harus mengutuk hal itu, dan jika ada peristiwa semacam itu kita harus berperan serta sebagaimana semboyan kita melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat," tuturnya.

Dalam upacara tersebut dilaksanakan pemberian penghargaan kepada anggota Polda Papua sebanyak 47 personil yang telah berhasil mengungkap kasus korupsi di Papua, makar yang melibatkan orang asing (WNA), pengungkapan narkoba di wilayah perairan. Selain itu juga dilaksanakan upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) Personil Polri/PNS Polda Papua sebanyak 11 personil yakni 10 personil Polri dan 1 ASN Polda Papua karena kasus Disersi (Mangkir dari Tugas) dan pidana umum. (Evan Soenarie)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika