Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

Kadistrik Bantah Soal Ada Tambang di Potowaiburu

Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Yunus Linggi/ foto : Istimewa

TIMIKA, TABUKANews.com - Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Yunus Linggi membantah dengan keras mengenai kabar tambang yang beroperasi di Potowaiburu.

Saat ditemui Tabukanews.com di Serui Mekar, Selasa (6/11) Yunus mengatakan bahwa sepengetahuan dirinya, tidak ada tambang yang beroperasi di Potowaiburu tempat ia bertugas.

"Saya juga bingung karena ibu anggota DPR Provinsi Papua komentar di koran, kalau di Potowaiburu ada tambang yang beroperasi, karena selama saya bertugas di sana, yang ada hanya perusahaan kayu yang beroperasi," tuturnya.

Menurutnya, aktivitas yang ada hanyalah sekelompok warga yang sering mendulang emas di sekitar muara Jera, dimana wilayah tersebut merupakan perbatasan Distrik Mimika Barat dan Mimika Barat Jauh.

"Kalau di Pronggo memang ada pertambangan emas, hanya sudah tutup sehingga warga hanya tinggal sebagai pendulang saja. Jadi kabar ada tambang emas di Potowaiburu itu tidak benar," ujarnya.

Dijelaskan, bahwa sebagai dampak dari berhentinya aktivitas tambang pasir besi di Pronggo, warga kemudian berbondong-bondong menjadi pendulang di muara kali Jera.

"Kemarin saya pulang dari Potowaiburu, saya sempat singgah di sana, tapi pendulang sudah tidak ada, karena warga sedang menjaring udang karena memang lagi musim," katanya.

Juga dijelaskan, bahwa sebagai perwakilan rakyat yang menjadi penyambung aspirasi masyarakat, pihakanya meminta agar sebelum menyampaikan informasi yang dinilai kontradiktif, seharusnya melakukan penelusuran terlebih dahulu guna memastikan kebenaran informasi tersebut.

"Sangat tidak mungkin karena saya selaku kepala distrik, Kapolsek dan anggota Koramil tidak tahu soal tambang emas, karena yang ada hanya perusahaan kayu,"  ungkapnya.

Sebelumnya Anggota DPR Provinsi Papua, Mathea Mameyau mengatakan bahwa pihaknya mendengar mengenai tambang ilegal yang beroperasi di Potowaiburu Distrik Mimika Barat Jauh yang berkedok sebagai perusahaan kayu. Menurutnya, aktivitas tersebut merugikan warga karena perusahaan tersebut akan menghabiskan pohon serta membuat hutan menjadi tandus.(tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika