Main Area

pesparawi xiii

Main

Kadisdik : Tidak Ada Alasan Kekosongan Guru di Pedalaman

Jeany O Usmani/Foto : Tim

Timika, Tabukanews.com -  Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) kabupaten Mimika, Jeany O Usmani menegaskan dengan tersedianya fasilitas transportai  sehingga tidak ada alasan lagi adanya kekosongan guru di wilayah pedalaman maupun di pesisir.

Hal tersebut ditegaskan oleh Jeny Usmani menjawab banyak keluhan bahwa guru masih kosong di pedalaman yang sering dengan alasan fasilitas transportasi.

“Karena sekarang guru-guru di pedalaman itu diantar dan dia harus ada di tempat pada saat dijemput jika ketahuan mangkir saya tidak segan-segan untuk memberhentikan guru tersebut,” kata Jenny saat ditemui wartawan di kantor Disdik SP 5, Jumat (19/1).

Menurut Jenny, guru yang bertugas di pedalaman dan pesisir sudah dimudahkan dalam menjalankan tugasnya. Jika sebelumnya, seorang guru selalu dipusingkan dengan menyelesaikan administrasi yang begitu banyak sekarang lebih dimudahkan dalam pengerjaan administrasi yang sekarang menjadi beberapa item saja.

“Jadi sekarang tidak perlu kerja administrasi terlalu banyak, sekarang dia harus fokus untuk bagaimana caranya mencapai tujuan pembelajaran,” tuturnya.

Jeany menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya berkonsentrasi melakukan gerakan tuntas bebas Membaca, Menulis,Menghitung (3M) untuk setiap lulusan Sekolah dasar (SD). Pihaknya menegaskan bahwa jika lulusan SD ditemukan masih belum bisa 3M maka pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kepala sekolahnya.

“Saya mulai menjabat kepala Dinas disitu kami sudah melakukan gerakan tuntas 3M jadi asumsi saya anak  yang saat itu saya baru masuk menjadi kepala dinas kan SD kelas tiga sekarang kan SMP kelas 1 maka evaluasinya saya ambil dari SMP sampai masih ada yang tidak bisa 3M ya kepala sekolahnya kami evaluasi,” jelasnya.

Jenny mengungkapkan, pihaknya memastikan saat berakhirnya masa jabatan Bupati Mimika Eltinus Omaleng dipastikan anak-anak Mimika tuntas dari 3M dan anak-anak yang putus sekolah. Pihaknya juga sudah melakukan pendataan ke pedalaman untuk memastikan jumlah siswa yang ada di kabupaten Mimika.

“Begitu juga yang putus sekolah kami sudah minimalisir karena dari dara 49 persen putus sekolah tersebut setelah kami evaluasi ternyata data siswa tersebut untuk mark up kepentingan BOS dan BOPDA. Setelah kita “real“kan data data sudah pasti baik sekolah negeri maupun swasta, untuk yang swasta kami sudah ambil data kembali kekampung-kampung dan disingkronkan dengan kepala kampung termasuk jumlah rumah yang ada di kampung itu,” ungkapnya. (tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika