Main Area

pesparawi xiii
HUT Republik Indonesia Ke 75
HUT Republik Indonesia Ke 75
HUT Republik Indonesia Ke 75

Main

Kabupaten Mimika Peringkat ke-3 Angka Malaria Tertinggi di Indonesia

Timika, Tabukanews.com, Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Johanes Rettob sejauh ini terus memantau perkembangan penanganan kasus malaria di Kabupaten Mimika. 

Ia mengatakan kasus penyakit Malaria tertinggi ketiga di Indonesia adalah di Kabupaten Mimika. Dengan data penyakit Malaria sebesar 30 persen.

Di Mimika, dari kasus dan data pertahun, berdasarkan pendataan dari Puskesmas-Puskesmas dan Rumah Sakit, data pasien yang terjangkit malaria terjadi berulang-ulang pada orang atau pasien yang sama. Penyakit Malaria bisa saja menjadi penyakit musiman, karena akan menyerang warga saat musim hujan. 

"Malaria ini muncul saat musim hujan mereda.  Air tergenang diman-mana dan menjadi sarang nyamuk," kata Wabub Johanes Rettob usai mengikuti kegiatan sosialisasi dan advokasi pencegahan stunting malaria yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan bersama lintas OPD Kabupaten Mimika. 

Menurut Wakil Bupati Johanes Rettob, kasus penyakit Malaria ini banyak sekali dan itu terjangkit berulang-ulang. Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan menjaga pola hidup dengan baik. Selain itu warga yang terjangkit penyakit Malaria, tidak teratur bahkan tidak tuntas minum obat malaria dan antibiotik. 

"Penyakit Malaria ini menyerang manusia tidak hanya sekali. Tetapi bisa saja berulang-ulang. Penyebabnya adalah, warga yang terjangkit malaria tidak teratur bahkan tidak tuntas minum obat. Mungkin juga ada warga yang hasil darahnya malaria, tidak mau berobat dan memilih mengobati diri sendiri", kata Wakil Bupati. 

Wabup Johanes Rettob menambahkan, penyakit malaria ini tidak bisa dituntaskan  atau diselesaikan oleh pihak kesehatan sendiri, tetapi menjadi tanggung jawab semua masyarakat. 

"Kita semua mempunyai tugas serta kesadaran untuk hidup sehat, dengan cara mencegah penyakit Malaria menyerang tubuh kita. Kita pun harus tau sumber malaria ini ada dimana..? Bukan nanti setelah pengobatannya. Tapi bagaimana kita mencari solusi penanganan penyakit malaria," ungkapnya. 

Secara Nasional terdata 30 persen kasus malaria masih sering terjadi di Mimika. Terbanyak bukan kasus baru, namun karena relaps atau kambuh kembali akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengkonsumsi obat malaria hingga tuntas. 

Johanes Rettob optimis, Kabupaten Mimika pasti bisa menekan angka kasus malaria seperti di Kabupaten lain. Karena itu perlu keseriusan semua pihak, semua warga masyarakat dalam menangani penyakit Malaria. 

"Kita tidak bisa menyerahkan semua penanganan malaria ini kepada Dinas Kesehatan, Puskesmas maupun Rumah Sakit. Semua instansi terkait harus duduk bersama membuat program dan membahas serius pencegahan serta menekan berpopulasinya bibit malaria. Mungkin kita bisa membuat RAD agar dapat menyelesaikan masalah penyakit malaria di Kabupaten Mimika," tambah Wabup Johanes Rettob. 

Johanes Rettob berharap, sebagai Wakil Bupati minimal Pemerintan punya target, dan dapat  dituangkan dalam RPJMD untuk bisa menekan tingginya angka penyakit malaria dari 30% menjadi 20% . Dirinya  yakin pasti bisa, hanya saja di butuhkan kolaborasi dan kerjasama dari semua pihak mulai dari  Pemerintah sampai Kampung serta warga masyarakat Kabupaten Mimika. (Tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika