Main Area

pesparawi xiii
dprd kabupaten mimika

Main

Jika Masih Ada Persoalan di Sekolah Negeri, Komisi C Akan Turun

Timika,TabukaNews.com - Menyikapi persoalan calon orang tua murid yang mengeluh kuota penerimaan bagi siswa baru di Sekolah Negeri baik tingkat SMP hingga SMA maka komisi C DPRD Mimika yang membidangi Pendidikan akan turut andil dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Anggota Komisi C DPRD Mimika, Yulian Salosa menegaskan kepada setiap sekolah-sekolah Negeri yang ada di Kabupaten Mimika agar dalam menerima siswa baru harus mengikuti prosedur aturan yang sudah ada.

"Dan jika masih ada persoalan lagi maka Komisi C akan turun dan melakukan pembenahan. " ujar politisi PDIP ini.

Penegasan yang disampaikan oleh anggota Komisi C ini menyikapi keluhan-keluhan dari orangtua murid yang mana anak-anaknya tidak diterima di Sekolah-sekolah Negeri, khususnya SMP N 2 beberapa waktu lalu.

"Jadi tujuan kami dari Komisi C turun langsung adalah ingin melihat secara dekat dan memeriksa terkait data penerimaan siswa baru. Yang pertama kami cek adalah berapa banyak anak Amungme dan Kamoro yang mendaftar, kemudian berapa banyak yang diterima dan yang tidak diterima," katanya saat ditemui wartawan usai melakukan kunjungan di SMP N 2, Rabu (15/7/20).

Yang jelas, kata Politisi Partai PDI Perjuangan ini, bahwa yang menjadi program prioritas dalam penerimaan siswa baru di beberapa Sekolah Negeri yang ada di Timika ini, adalah anak Amungme dan Kamoro serta 7 suku anak Papua dan non Papua yang lahir besar di Timika.

"Itu menjadi program prioritas. Kami turun di sana dan melihat secara langsung, dimana dari 700 anak bangsa yang mendaftar di SMP N 2 itu yang diterima 320 anak yang aman akan terserap dibeberapa ruangan yang ada," kata Yulian.

Menurut Yulian, dari penyampaian pihak sekolah bahwa anak-anak Mimika yang terdiri dari 7 suku itu yang mendaftar hanya 70 orang. Dan khusus untuk anak Amungme dan Kamoro yang diterima 20 orang.

"Menurut mereka yang 20 anak itu sudah yang mendaftar di sana, sehingga 20 anak itu yang di prioritaskan," ungkapnya.

Disampaikan Yulian, dalam kunjungan tersebut juga ditanyakan mengenai apakah ada uang pendaftaran.

"Mereka menyampaikan bahwa tidak ada uang pendaftaran tapi ada biaya-biaya lain di antaranya biaya untuk pembelanjaan batik dan juga logo sekolah." Ujar Yulian mengutip pernyataan pihak sekolah.

Menambahkan tapi saya sampaikan keras bahwa dalam bentuk apapun itu tidak bisa di pungut karena semua biaya sudah di sediakan oleh pemerintah melalui bantuan Bopda dan juga bantuan lain dari Pemerintah Pusat. Kalaupun ada tapi yang wajar.

Selain itu kata Yulian, dalam penerimaan siswa baru itu sudah ada regulasi yang mengatur, dimana sudah ada per rayon atau zonasi.

"Jadi jangan sampai SMP N 2 terima anak dari Kuala Kencana atau dari Mapurujaya, karena di sana juga sudah ada SMP," Tuturnya. (tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika