Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

Jenazah Brigadir Anumerta Heidar Diterbangkan ke Makasar

Jenazah almarhum saat di bawah  menuju mobil ambulans untuk dibawa ke pesawat/Foto: Tim/Tabukanews.com

Timika, Tabukanews.com - Brigadir Amumerta Heidar anggota Satgas Nemangkawi, BKO Satgas Gakkum Ditreskrim Polda Papua gugur dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara saat disandra dan ditemukan meninggal di Kabupaten Puncak Ilaga, hari Senin kemarin akhirnya diterbangkan ke kampung halamannya di Makasar Sulawesi Selatan, Selasa (13/8) setelah jenazahnya dikirim dari Ilaga ke Timika.

hadir dalam upacara pelepasan jenazah, Kapolda Papua Irjen Pol. Rudolf Alberth Rodja, Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TnNI Yosua Pandit Sembiring, dan pejabat teras dari Polda Papua dan Kodam XVII/Cendrawasih.

Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja ketika ditemui usai pelepasan jenazah mengatakan, saat ini pihaknya belum mengetahui persis motif yang dilakukan oleh kelompok yang menyandra dan membunuh almarhum Heidar, namun pihak Polda Papua dan Kodam Cendrawasih akan melakukan penyelidikan dan upaya penegakan hukum terhadap kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

"Langkah yang diambil tetap kita laksanakan SOP seperti biasa (penyelidikan dan penegakkan hukum), baik kelompok yang ada di Nduga, Puncak dan lain-lain," kata Kapolda di Bandara Internasional Mosez Kilangin Timika, Selasa (13/8).

Ia juga mengungkapkan, sejauh ini pihak Kepolisian belum mengidentifikasi kelompok mana yang bertanggung jawab terhadap gugurnya Brigadir Anumerta Heidar, sehingga masih dilakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap kelompok tersebut.

"Yang melakukan aksi itu merupakan anggota KKSB, saat korban sedang melakukan tugas penyelidikan, untuk kelompoknya sedang kita dalami kelompok mana dan kami sedang melakukan pengejaran," ungkapnya.

Sementara itu ditanya terkait dengan penambahan pasukan pasca gugurnya Brigadir Anumerta Heidar. Kata Kapolda, tidak ada penambahan pasukan pasca kejadian tersebut baik di wilayah Puncak, maupun di Nduga. Pasalnya, kejadian tersebut tidak perlu dibesar-besarkan sehingga akan menimbulkan ketakutan dikalangan masyarakat seolah-olah terjadi kejadian yang membutuhkan banyak personel.

"Tidak ada penambahan pasukan, pasukan yang ada itu sudah cukup, di Kabupaten Nduga dan beberapa daerah tidak ada siaga satu, semua berjalan seperti biasa, kalau siaga satu itu membuat orang takut, membuat seolah-olah ada sesuatu yang besar sekali terjadi," jelasnya.

Ia juga menambahkan, kalau anggotanya yang gugur dalam melaksanakan tugas tetap akan mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. Hal tersebut sebagai penghormatan negara kepada almarhum atas pengabdiannya.

"Korban yang meninggal itu gugur dalam tugas, dan dinaikkan pangkat satu tingkat lebih tinggi sebagai Brigadir Polisi Anumerta," tambahnya.

Sementara itu Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak Kepolisian untuk mengungkap pelaku dan motif dibalik kejadian penyandraan dan pembunuhan anggota Ditreskrimum Polda Papua.

"Yah memang kita membantu Kepolisian, kita kerjasama, karena memang selama ini TNI-Polri selama ini melakukan kerjasama untuk mengungkap kejadian ini," kata Pangdam, di Bandara Internasional Mosez Kilangin Timika, Selasa (13/8).

Ia juga menambahkan, pasca gugurnya Brigadir Anumerta tidak ada penambahan personel di Ilaga, sebab jumlah personel yang ada telah diukur sesuai tupoksi masing-masing.

"Kejadian itu memang situasional dan tidak perlu diperketat atau penambahan personel, kalau mau lihat jumlah personel itu sudah sesuai dengan SOP. Jumlah TNI-Polri yang ada disini sudah terukur dikaitkan dengan semua tupoksi yang ada," tambahnya.

Diketahui, almarhum yang merupakan anggota Satgas gakkum bersama rekannya pada hari Senin 12 Agustus kemarin mendatangi Camp PT Unggul untuk bertemu dengan Yabimayu Telenggen untuk membawa kopi setelah ada komunikasi antar keduanya, namun pada saat tiba di jalan Camp PT MTT dikampung Usir bertemu dengan Yabimayu Telenggen, melihat ada yang tidak beres rekan almarhum Bripka AW langsung memutar motor yang dikendarainya.

Tiba-tiba kurang lebih 10 orang orang bersenjata lengkap keluar dari semak-semak dan menahan korban kemudian memukul korban, selanjutnya menembak Bripka AW untungnya melompat dan berlari menyelamatkan diri, namun sempat melihat almarhum diseret, selanjutnya Bripka AW melaporkan kejadian tersebut kepada Posko untuk merespon ke TKP untuk mencari korban

berselang beberapa jam korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. (Tim).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika