Main Area

Main

Jatuhnya Twin Otter DHC 6-400, Operasi SAR Kembali Ditambah Tiga Hari

Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Budi Purnomo saat memberi keterangan pers/Foto : Tim

Timika,TabukaNews.Com-Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Budi Purnomo,mengatakan bahwa operasi SAR terhadap jatuhnya pesawat Twin Otter DHC 6-400 dengan nomor registrasi PK-CDC
seharusnya telah berakhir pada hari ketujuh, Selasa (24/9), namun karena adanya titik terang dicapai sehingga operasi dilanjutkan atau ditambah tiga hari lagi ke depan. 

"Paling penting evakuasi terhadap korban yang mungkin tinggal body parts (bagian tubuh). Kita juga bersama-sama KNKT, berusaha menemukan kotak rekaman tersebut untuk penyelidikan penyebab insiden," katanya saat ditemui wartawan di Bandara Baru Mozes Kilangin,Selasa (24/9).

Pada operasi SAR dihari ketujuh yaitu melakukan evakuasi terhadap korban maupun rekaman data penerbangan (flight data recorder/FDR) dan rekaman suara kokpit (cockpit voice recorder/CVR) kembali terhalang sehingga akan dilanjutkan Rabu (25/9).

"Kita belum menemukan tempat yang aman untuk helikopter bisa mendarat karena puing pesawat berada di ketinggian 13.543 feet  dengan kemiringan 80-90 derajat.Ditambah awan tebal serta kecepatan angin hingga 30 knot yang membuat tim SAR kesulitan melakukan pendaratan,"katanya.

Menurutnya,bahwa dengan kondisi cuaca yang tidak menentu itu membuat proses evakuasi bisa berlangsung lama.

"Hanya sekitar 30 menit awan terbuka kemudian tertutup lagi,"ujarnya.


Berdasarkan rekaman penerbangan dan pantauan dari udara, kata Brigjen Budi, pesawat tersebut itu diduga membentur tebing terjal atau dinding tegak lurus dengan kemiringan 80-90 derajat. 

"Nanti kita akan berikan penjelasan lebih lengkap kalau kita sudah temukan potongan potongan pesawat,"katanya.

Untuk diketahui,ditemukan serpihan atau puing-puing pesawat tersebut yang merupakan titik terang selama proses pencarian pada Senin (23/9) dengan melakukan pemantauan udara oleh pesawat CN 235 TNI AU dan Heli SGI pada pukul 06.33 wit.

Ditemukan serpihan pesawat tersebut berada pada titik dikoordinat 4 derajat 7’27.11”S/137 derajat 29’18.36”E) 44 Nm. Rad 058 derajat TMK, di Kampung Mamontoga, Distrik Hoya Kabupaten Mimika, dengan memiliki elevasi 13.453 feet.

Pesawat Twin Otter DHC6-400 dengan nomor registrasi PK-CDC milik PT. Carpediem Aviasi Mandiri rute Timika-Ilaga hilang kontak pada Rabu (18/9) sekitar pukul 11.00 WIT dengan mengangkut 1600 Kg beras Bulog,yang dipiloti oleh Dasep Sobirin, Co Pilot Yudra Tetuko dan mekanik Ujang Suhendra dengan satu seorang anggota Brimob bernama Bharada Hadi Utomo.(Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika