Main Area

pesparawi xiii
ulang tahun ke 36

Main

Jadi Pecandu Narkotika, Rudi Tinggalkan Sholat dan Ngaji Selama 20 Tahun

Timika, TabukaNews.com - Rasa kecanduan yang diciptakan oleh Narkotika dan Obat-obatan Berbahaya (Narkoba) ternyata membuat pecandu narkoba sulit lepas dari ketergantungan. Seperti dialami Rudi salah seorang pecandu narkotika jenis sabu-sabu yang merasa bersyukur atas kesembuhan dirinya berkat direhabilitasi di BNNK Mimika.

"Saya bersyukur sejak direhabilitasi di BNN Mimika kondisi saya alhamdulillah sudah membaik dan sehat. Saya berpesan kepada siapapun jangan sekali-kali mencoba,karena tidak ada manfaatnya sama sekali," tutur Rudi ketika dihadirkan pada acara testimoni puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di gedung Bobaigo,Keuskupan Timika, Jumat (26/6).

Ia menceritakan dimana awal mula memakai sabu-sabu itu hanya untuk mencoba, namun sekali mencoba akhirnya menjadi kecanduan.

"Kalau memakai narkotika itu sangat ketergantungan sekali dan tersiksa, apalagi barang itu tidak ada, pasti akan berusaha untuk mendapatkan barang itu," ucapnya.

Dirinya juga merasa sangat menyesal, akibat dari kecanduan memakai narkotika satu kewajiban untuk menjalankan sholat dan ngajipun akhirnya ditinggalkan.

"Hampir 20 tahun saya tinggalkan sholat dan ngaji. Tapi berkat direhabilitasi saya mulai sehat dan sudah jalankan sholat dan ngaji," ucap Rudi.

Berbeda dengan Rudi yang mana usianya masih dibawah umur bernama Agung, yang terpaksa harus meninggalkan bangku sekolahnya dan harus direhabilitasi. Agung menceritakan bahwa dirinya menjadi pecandu ganja sintetis itu pertama kali diberikan oleh temannya dikampung halamannya.

"Waktu itu saya dikasih teman untuk coba, dan saya sempat tanya ini barang apa, dan teman katakan ini seperti rokok tapi nanti berhalusinasi," tuturnya.

"Setelah hisap saya langsung muntah. Karena penasaran saya minta dan coba lagi,akhirnya ketagihan," tuturnya.

Kata Agung, halusinasi yang dialaminya ketika melihat satu orang itu seperti melihat banyak orang, bahkan membuat angan-angan tinggi.  "Pingin terbang tapi tidak punya sayap,"katanya

Ia juga mengakui sebelum mengenal ganja sintetis,untuk pelajaran disekolah berjalan lancar. Tapi menjadi pecandu ganja sintetis, dirinya tidak betah dalam kelas.

"Saya tidak betah, maunya cepat keluar dari ruangan kelas, bahkan mata pelajaran itu saya tidak konsen sama sekali," akui Agung.

Setelah menjalani rehabilitasi, Agung bersyukur kalau dirinya pulih dan sehat kembali.

"Saya berpesan kepada bapak-ibu yang punya anak atau punya keponakan agar anaknya tidak terpengaruh karena efeknya tidak bagus," pesannya. (Tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika