Main Area

pesparawi xiii
robby omaleng
robby omaleng
robby omaleng
robby omaleng

Main

Ini Harapan Wabub Mimika di Tahun 2021

Timika, Tabukanews.com, Ditahun 2020 telah kita lalui dengan penuh suka cita dan dapat kita katakan adalah tahun pembelajaran dan intropeksi diri bagi pemerintah dan seluruh komponen masyarakat tanpa terkecuali. Dan berharap di tahun 2021 agar kita semua mulai berpikir lebih baik dan bersatu bergandeng tangan untuk membangun Mimika kearah lebih baik.

“Tahun 2020 adalah merupakan tahun pembelajaran bagi kita semua. Dimana kita harus bisa belajar banyak untuk melakukan  mengintropeksi diri, melakukan refleksi diri kembali serta melakukan evaluasi pada kehidupan kita. Secara khusus kehidupan pribadi dan keluarga, terutama pada kebijakan kebijakan pemerintah guna jalannya roda pemerintah dan organsiasi organisasi di kabupaten Mimiika. Pada tahun 2020, memang merupakan tahun yang cukup sulit, dimana ktia mengalami berbagai persoalan yang terjadi di kabupaten Mimika. Pemikiran pemikiran negatif, pemikiran politisasi, rasa benci, rasa saling curiga, rasa saling tidak percaya di tahun 2020, mari kita tinggalkan. Mari kita masuk di tahun 2021, kita satukan semangat hati kita, untuk berpikir positif dalam menangani semua masalah masalah  di Mimika, demi untuk  membangun Mimika kearah lebih baik,”kata Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,M.Si  melalui pesan suara whatshapp yang dikirimkan ke Redaksi Tabukanews.com, Minggu (3/12) malam.

Wabup Jhon Rettob mengakui, disaat natal dan diakhir tahun 2020 dalam perayaan natal beberapa hari lalu, seluruh masyarakat Mimika diberikan kedamaian natal di hati masing masing, agar kemudian masyarakat mulai berpikir lebih baik di tahun 2021.

“Semangat natal membuat kedamaian itu di hati kitia masing amsing, satukan hati kita, satukan pikliran demi pembangunan daerah ini. Masyarakat Mimika  yang sangat heterogen, dengan berbagai kultur dan budaya, dengan berbagai agama yang berbeda dalam kehidupan sehari hari sudah cukup. Toleransi antara umat beragama yang terjadi di tahun 2020 kita perlu  tingkatkan kembali di tahun 2021. Semangat persatuan, semangat kebhinekaan tunggal ika, semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap kita satukan dalam hati dan jiwa kita masing masing. Mari kita berbuat lebih baik, mari satukan hati untuk berbuat untuk kabupaten kita lebih maju, dan membuat yang terdepan di propinsi Papua,”ujar Wabup.

Dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat Mimika untuk meninggalkan hal hal buruk yang pernah terjadi di tahun 2020 lalu, dan bergandeng tangan dan saling memberikan masukan yang konstruktif demi kemajuan kabupaten Mimika.

“Terima kasih atas kerja samanya dari semua ditahun 2021 dan mari kita bangkitkan semangat di tahun 2021. Mari sekali lagi, kita tinggalkan semangat yang kurang baik dimasa lalu dan kita bangkitkan aura positif kita untuk membangun kabupaten Mimika. Mari kita saling berkoordinasi, saling bergandeng tangan dan saling memberi masukan yang konstruktif untuk kemajuan daerah ini. Semoga pandemi covid-19 di tahun 2020 lalu, bisa tertangani dan kita bisa melewati semua tantangan di tahun 2021 ini,”katanya.

Wabup Jhon Rettob berharap musibah Pandemi Covid-19 ditahun 2020 menjadi sebuah pembelajaran yang berharga kepada pemerintah maupun kepada seluruh masyarakat Mimika.

“Tetap jaga kesehatan, jaga jarak,  tetap pakai masker dan rajin berolahraga dan makan makanan yang bergizi. Ini memberikan sebuah pelajaran berharga dalam pola hidup sehat. Hidup sehat, pikiran sehat dan kita akan paham semua. Selamat natal , dan selamat menjalani tahun yang baru 2021 dengan penuh semangat baru dengan pikiran yang baru.Rahmat dan anugerah dan  Tuhan memberkati kita dalam kehidupan sehari hari,”ujarnya.

Wabup mengakui, tahun 2020 memang merupakan tahun yang cukup sulit, dimana ktia mengalami berbagai persoalan yang terjadi di kabupaten Mimika, dimana awal  tahun kita dihadapi dengan situasi gangguan Kamtibmas dan  gangguan keamanan ketertiban di distrik Tembagapura, yang membuat warga dari  tiga kampung, Banti I, Banti II dan Opitawak harus mengungsi ke kota Timika.

“Disini pemerintah belajar bagaimana melakukan pelayanan  secara baik bagi pengungsi dengan kebijakan kebijakan dalam berbagai bidang untuk bisa menangani mereka warga dari tiga kampung secara baik. Belum selesai penangan ini, muncul lagi bencana besar yang muncul di dunia termasuk di Mimika yaitu bencana pandemi covid-19. Begitu banyak rencana pemeritah dalam melaksanakan pembangunan, baik infrastruktur maupun pembangunan ekonomi di kabupaten Mimika pada tahun 2020. Namun pemerintah tak bisa berbuat banyak, karena begitu anggaran yang sudah ditetapkan harus di realoaksi atau direfocusing  untuk penanganan, pencegahan dan pengawasan Covid-19 ini. Kita harus belajar dari rumah, kita harus ibadah dari rumah, dan kita harus kerja dari rumah. Begitu banyak perubahan dan tata cara hidup yang berbeda di tahun 2020 dan disini kita belajar banyak, bagaimana kita harus menyesuaikan diri kita dengan situasi dan lingkungan yang terjadi saat itu. Natal, lebaran. Tidak kita laksanakan seperti biasa, namun harus kita lakukan karena situasi saat itu. Pemerintah juga harus berani mengambil keputusan keptusan untuk menangani situasi saat itu,”aku Wabup.

Disisi lain, pemerintah juga mengalami dilema yang luar biasa dalam mengambil keptuusan. Apakah harus menangani atau mengawasi covid-19 serta mengawasi kesehatan dengan baik, ataukah bagaimana meningkatkan ekonomi warga yang sempat turun jauh.

“Masih dalam situasi pandemui Covid-9, pemerintah kembali dihadapkan  dengan bencana banjir, hujan turun terus menerus dan terjadi banjir dimana mana. Masyarakat kehilangan tempat tidur dan harus mengungsi, masyarakat kehilangan kebun dan akses transportasi jalan antara Timika-Wagete terputus.  Pemerintah berpikir keras dengan harus segera menyiapkan dan menata kembali, serta antisipasi pemerintah harus menyiapkan langah langkah penanganan agar tidak terjadi bencana kelaparan di beberapa kampung. Pada tahun 2020, pemerintah juga dihadapkan dengan evaluasi bersama tentang kesehatan masyarakat, tentang kekerasan dalam rumah tangga, kita dihadapkan dengan penyakit stunting, malaria termasuk dihadapkan  dengan penyakit kusta,”jelas Jhon Retto.

Pada satu sisi, pemerintah juga dihadapkan dengan ketidakpercayaan dari berbgaia pihak. Yang kemungkinan disebabkan adanya kebijakan yang tidak pro rakyat, dan atas ketidakkonsistenan pemerintah sehingga masyarakat mulai meragukan.

“Ketidak konsistenan atau perhatian dan pelayanan pemerintah bukan saja  kepada masyarakat  tetapi terjadi juga di internal sendiri. Didalam masyarakat, masyarakat mula mencurigai, masyarakat mulai membenci, masyarakat mulai membenci atas situsi yang terjadi. Semua peristiwa yang terjadi lalu di olah dan dipolitisir yang semestinya tidak boleh terjadi. Untuk itu, maka pemerintah harus berbuat lebih baik. Dimana pemerintah sebagai faslitator dan pemerintah sebagai regulator, harus mampu bagaimana menciptakan situasi ini agar ebih baik. Semoga Tuhan memberikan kita kehidupan sehari hari, dalam kehiduaan kita di keluarga, di organsiasi dan menjadi media bersama dengan pemerintah untuk membangun Mimika dalam mewujudkan cerdas, Mimika yang aman, Mimika yang damai dan Mimika yang sejahtera,”seru Wabup. (Tim)

2021 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika