Main Area

Main

Imigrasi Timika, Limpahkan Tersangka dan BB ke Kejari Nabire

Kepala Kantor Imigrasi bersama Kasi Wasdakim dan Kasi Insarkom saat memegang bukti Paspor milik tersangka/ Foto: Ricky Tabukanews.com

Timika, Tabukanews.com - Kantor Imigrasi kelas II Timika menggelar konferensi pers terkait pelimpahan berkas perkara ijin tinggal 21 Warga Negara Asing (WNA) asal Cina, Korea Selatan dan Jepang berserta BB kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire, Senin (24/9) lalu.

Kepala Kantor Imigrasi kelas II Timika Jesaja Samuel Enock, Amd, Ini, SH didampingi kasi Wasdakim Whisnu Galih Priawan, dan Kasi Insarkom Dede Sulaiman mengatakan, proses penyelidikan terhadap tindak pidana keimigrasian terhadap 21 WNA yang menyalakan gunakan ijin tinggal telah lengkap dan sudah diserahkan kepada pihak Kejari Nabire.

Ke 21 tersangka yang terdiri dari 4 warga negara Jepang dengan inisial (TH, KI, YT, HK), 1 orang warga negara Korea Selatan dengan inisial (GSY), dan 16 warga negara cina  dengan inisial (TG, LY, WJ, LY, LS, LC, WJ, OW, GX, WX, YE, LX, ZS, WAY,MJ, HY), diancam dengan pasal 122 huruf a UU nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian karena salah mampergunakan ijin tinggal yang dikeluarkan oleh pihak Imigrasi.

"Saat ini berkas perkara ke 21 WNA tersebut dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Negeri Mimika pada hari Senin tanggal 24 September tahun 2018," lanjutnya.

Ia menegaskan, saat ini tugas penyelidikan dan penyidik yang dilakukan oleh pihak Imigrasi Timika telah selesai dan akan dilanjutkan pelimpahan tersangka dan barang bukti (tahap 2) ke Kejari Nabire pada hari Kamis tanggal 27 September tahun 2018, dan untuk proses selanjutnya yaitu penuntutan dan proses persidangan di Pengadilan Negeri Nabire.

"Tugas penyidikan Imigrasi Timika telah selesai dan tinggal menunggu proses selanjutnya dari Kejari Nabire untuk proses persidangan," tegas Jesaja.

Sebelumnya diberitakan bahwa ke 21 WNA asal Cina, Jepang, dan Korea Selatan ditangkap di distrik Matime, Kabupaten Nabire pada bulan Juni lalu, setelah adanya informasi yang diperoleh oleh pihak Keimigrasian Timika bahwa ada sejumlah WNA yang bekerja di sebuah pertambangan ilegal.

Informasi yang diterima langsung ditelusuri dan ditemukan adanya aktivitas pertambangan disana dan ditemukan sejumlah WNA yang bekerja disana.  (Rfl).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika