Main Area

Main

Imakulata Emakeparo Tewas Diduga Kena Peluru Aparat "Warga Kamoro Duduki Kantor DPRD Mimika"

TIMIKA, TABUKANews.com - Seorang ibu rumah tangga asal Suku Kamoro dari Kampung Pulau Karaka Distrik Mimika Timur Jauh,kabupaten Mimika,Papua ,Imakulata Emakeparo (55) diduga tewas tertembak proyektil peluru aparat kepolisian pada, Sabtu (3/2) sekitar pukul 21.30 WIT, ratusan warga Suku Kamoro (Pesisir Mimika) menduduki kantor DPRD Mimika.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Mama Imakulata Emakeparo  diduga tewas tertembak saat terjadi keributan di sekitar Pelabuhan Amamapare milik PT Freeport Indonesia yang tidak jauh dari pemukiman warga yaitu Pulau Karaka ,Sabtu (3/2) malam kemarin.

Kronologis bermula dari adanya dugaan kuat tiga orang warga Pulau Karaka dilaporkan memasuki area pabrik pengerikan konsentrat milika PT Freeport Indonesia dimana petugas keamanan eksternal dari Brimob  Dan security melakukan pengejaran dan salah seorang berinisial (RN) berhasil diamankan dan hendak dibawa ke pos security di Porsite ,Amamapare menggunakan speedboat untuk dilakukan pemeriksaan, namun ditengah perjalanan RN  dengan tangan terborgol melompat dari speedboat lalu berteriak meminta pertolongan.

Secara spontan warga yang mendengar teriakan lalu berusaha melindungi dan mengahalau aparat dengan lemparan batu dan terjadi keributan dan terdengar bunyi letusan senjata api yang diduga dari anggota Brimob.Kemudian warga dari pulau karaka melakukan aksi Palang akses MP 26 - Cargo dock di CP Cargo Dock mengakibatkan karyawan shift malam di Portsite-Cargo Dock  masih bertahan di portsite.

Selang beberapa jam kemudian tersiar kabar bahwa Kolaka Emakeparo mengalami luka dibagian kepala yang cukup serius dan diduga terkena proyektil. Dan pada pukul 06.00 WIT Kolaka Emakeparo tiba di RSMM dan pihak RSMM menyatakan korban telah menghembuskan nafas terakhir. Duka mendalam menyelimuti keluarga Kolaka Emakeparo dan seluruh warga Kamoro tidak menerima atas kepergian almarhuma. Dan sekitar pukul 13.45 WIT pihak keluarga dan warga suku Kamoro membawa jenasah dengan berjalan kaki menuju ke kantor DPRD Mimika yang terletak di Jalan Cendrawasih dan jenasah Kolaka Emakeparo di semayamkan hingga berita ini diterbitkan.

Kekecewaan keluarga kemudian melampiaskan dengan membakar ban bekas dan melakukan pemalangan akses Jalan Cendrawasih yang menghubungkan kota Timika dengan kota Kuala Kencana dan Kelurahan Karang Senang SP3. Kapolres Mimika AKBP Indra Hermawan dan puluhan aparat keamanan melakukan pengamanan di sekitar kantor DPRD Mimika.

Salah satu tokoh masyarakat Suku Kamoro, Gerry Okoare mengutuk keras pelaku penembakan atas warganya dan menegaskan penembakan yang dilakukan tergolong perbuatan biadab.

“Kami datang ke kantor DPRD karena ini adalah rumah kami.Harus ada solusi yang benar-benar berkeadilan khususnya bagi kami orang Kamoro sebagai pemilik negeri ini.Harus ada titik terang dan hadirkan pelakunya.Jangan paksa kami buka palang sebelum semuanya dihadirkan biar terang,”tegas Gerry.

Hingga sore dan petang warga suku Kamoro terus berdatangan bergabung bersama keluarga almarhum. Jenasah Kolaka Emakeparo diletakkan di pintu utama belakang kantor DPRD Mimika diletakkan diatas lantai ditemani suami dan anak serta cucu dan keluarga.

Tampak hadir ketua Komisi A DPRD Mimika Saleh Alhamid yang berbincang dengan pihak keluarga. Saleh Alhamid mengaku dari cerita pilu yang  disampaikan oleh suami korban bahwa telah terjadi pelanggaran HAM berat.

“Saya pribadi tidak mengerti dengan oknum aparat keamanan yang membuang tembakan secara membabi buta apalagi di malam hari. Kita akan mengundang Kapolres untuk RDP terkair masalah ini. Apalagi jenazah justru di bawa ke kantor DPRD,”tegas Ketua Komisi A Saleh Alhamid di kantor DPRD Mimika, Minggu, (3/2) sore tadi.(dzy/tim)

2018 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika