Main Area

pesparawi xiii
DPRD Kabupaten mimika, Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2020
Sekwan DPRD Kabupaten mimika, Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2020

Main

Hanya Empat Media Yang Diajak Kerjasama, Bupati Omaleng Minta KPU mIMIKA Akomodir Semua Media

Ilustrasi

TIMIKA, TABUKANews.com - Sungguh ironi, apa yang dilakukan KPU Mimika terhadap media di Mimika sangatlah tidak mencerminkan profesional dan kepedulian yang merata terhadap semua media yang ada.

Pasalnya dari 4 media cetak, yakni Radar Timika, Timika eXpress, Salam Papua dan Harian Papua, hanya 2 media yakni Timika eXpress dan Harian Papua yang diajak kerjasama.

Sementara media online di Mimika yakni Kompas News, Antara News, Papua MCTV, Detik News, CNN News, Seputar Papua, Pasifik Post, Mitrapol, Okezone, Sinar Papua, Media Dunia News, TabukaNews.com dan BeritaMimika, hanya Papua MCTV dan Seputar Papua yang diajak kerjasama.

Dari empat media ini, masing-masing mendapat bagian kerjasama Rp 25 juta dari total anggaran publikasi dan media yang dimiliki KPU Mimika sebesar Rp 100 juta. Anggaran ini jelas terhitung sangat besar jika hanya dipergunakan untuk empat media.

Padahal dalam pemberitaan terkait KPU dan Pemilu Damai, media lainnya selalu ada dan berupaya mencerdaskan masyarakat Mimika tentang Pemilu 2019 dengan pemberitaan yang edukatif, proporsional, dan independen.

Hal ini tentu saja meninggalkan segelumit kekecewaan dan pertanyaan oleh media-media lainnya yang merasa tidak dihargai dan dipandang sebelah mata oleh KPU.

Kepada  Tabukanews.com di Kantor Sekretariat KPU Mimika, Senin (1/4) Komisioner SDM dan Sosialisasi KPU Mimika, Fidel Piligame didampingi Staff Teknis Ronny R. Toisuta, ST beralasan bahwa dana KPU dari pusat untuk media hanya Rp 100 juta.

Anehnya, empat media diberikan kerjasama hanya karena mereka yang duluan memasukan proposal penawaran kerjasama.

Ia membenarkan bahwa empat media Timika eXpress, Harian Papua, MNC TV dan Seputar telah menandatangani kesepakatan kerjama beberapa hari lalu dengan total kerjasama Rp 100 juta.

“Kalau 100 juta dibagi ke semua media tidak cukup. Dan dihitung operasional tidak maksimal. Kemarin saya minta kalau bisa yang sudah duluan itu diakomodir dulu. Karena dianggap sangat urgen. Kita akan komunikasi dengan sekretariat dan akan lihat kebijakan lainnya yang bisa kita alihkan untuk teman-teman yang belum diakomodir,” jelasnya.

Pimpinan Redaktur Salam Papua, Yulius Lopo sangat menyayangkan hal ini. Menurutnya apa yang dilakukan KPU sangat mencederai media-media yang tidak terakomodir dalam kerjasama tersebut.

Apalagi informasi kerjasama yang disampaikan sifatnya tertutup dan tidak semua media mengetahui hal ini. Seharusnya KPU menyurati atau menghubungi semua media agar transpransi dan semuanya terlibat.

Ia mengatakan KPU Mimika telah mencederai pemerataan informasi kepada masyarakat. Karena dengan hanya menjalin kerjasama dengan empat media maka akan menimbulkan keengganaan media lainnya untuk memberitakan KPU.

"Atas dasar apa hanya empat media yang mereka jalin kerjasama? Ini uang negara, kenapa hanya empat media? Mereka selama ini meminta kita hadir dalam pemberitaan tapi mereka sendiri tidak berlaku adil bagi semua media. Terus terang kondisi ini akan menciptkan ketidakmerataan masyarakat dalam menerima informasi karena KPU sudah menciptakan geb bagi media-media di Timika," tegasnya.

Yulius Lopo mempertanyakan bentuk kerjasama empat media yang diakomodir KPU Mimika. Apa bentuk kerjasama yang ditawarkan sehingga hanya keempatnya diakomodir sementara lainnya tidak.

Menurutnya, jika hanya karena keempatnya duluan memasukan proposal, maka KPU dinilai sangat tidak bijaksana.

"Bentuk kerjasamanya seperti apa? KPU harus menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat agar semua tahu hal ini. Jangan diam-diam tiba-tiba ada yang sudah mendapat keuntungan sementara lainnya jadi penonton. Apakah hanya mereka yang selama ini beritakan berita pemilu? Kasihan sekali media-media lain yang selama ini support kalian tapi kalian abaikan begitu saja," ungkapnya.

Julius menegaskan bahwa sedari awal ketika Komisioner KPU Mimika terpilih, Salam Papua merupakan salah satu media yang rutin memberitakan keberadaan KPU termasuk berbagai  program kerja yang mereka lakukan hingga saat ini.

Menurutnya Salam Papua memiliki komitmen dan tanggungjawab moril bagi negeri ini dalam pemberitaan edukatif tentang Pemilu 2019. Jika hanya masalah dana kerjasama, tidak akan mempengaruhi mobilitas surat kabarnya untuk berkarya.

“Kami dari awal sangat jelas memberitakan KPU dan Pemilu. Selama ini kami tidak menerima apa-apa, kami beritakan dengan baik bahkan kami juga kritisi apa yang menurut kami tidak benar. Tapi masalahnya sekarang siapa yang mau menerima jika ada sebagian media menerima bayaran ketika KPU dan pemilu diberitakan sementara lainnya memberitakan secara gratis?," tanya Lopo.

Menurutnya, jika KPU berlaku tidak adil dan menciptakan kecemburuan serta kesenjangan diantara media-media di Timika, alangkah eloknya tidak harus melakukan kerjasama dengan media.

“Karena ada take and give maka sudah jelas akan ada hal-hal yang diabaikan apalagi yang berhubungan dengan kritikan. Bayangkan jika ada kasus yang mencolok dan kemudian tidak diberitakan, yang rugi siapa? sudah pasti masyarakat dan caleg. Pertemuan kemarin bawaslu dengan media saja, ketika KPU disoroti, sudah ada pembelaan langsung dari wartawan yang medianya menjalin kerjasama. Ini hal sederhana. Kita belum bicara multi effect lainnya,” jelasnya.

Ia bahkan mengemukakan bahwa beberapa waktu lalu Ketua KPU Mimika Indra Ebang Ola mengatakan akan melakukan kerjasama dengan semua media. Namun hasilnya berbeda. Menurutnya, kerjasama tersebut bisa saja dilakukan sepihak tanpa pengetahuan Ketua KPU Mimika.

“Kami akan konfirmasi dengan Ketua KPU karena memang dia sudah rencanakan kerjasama ini dan akan ada pertemuan bersama semua media. Saya berharap dia juga tahu tentang hal ini. Jangan sampai dia sendiri tidak tahu kalau ada yang sudah lakukan kerjasama,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Pimpinan Redaktur Radar Timika, Leonardus AR Sikteubun. Menurutnya KPU Mimika sedang memutuskan penyebaran informasi kepada masyarakat dengan cara mengabaikan media-media lainnya.

“Ketua KPU sudah katakan semua media akan digandeng karena memang masing-masing media punya pelanggan atau pembaca tersendiri. Kalau memang ada permainan oknum di sekretariat KPU kita akan telusuri. Ada apa ini? Disaat semua punya keinginan yang sama untuk hal baik, ada yang malah memecahkan kita. Yang rugi siapa? Masyarakat dan mereka yang memiliki kepentingan politis di pemilu ini. Kami juga akan koordinasi langsung dengan ketua KPU untuk tanyakan hal ini,” jelasnya.

Beberapa perwakilan media online lainnya juga menyatakan kekecewaan mereka terhadap kebijakan yang dilakukan KPU. Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Mimika, Steve Rantung mengatakan peliputan kerja KPU Mimika selama ini tidak hanya dilakukan oleh empat media itu.

“Semua media ada kontributornya. Coba cari semua link berita terkait Timika, hampir semua media yang berada di Timika bahkan media luar daerah memberitakan, kenapa dalam kontrak kerjasama hanya beberapa media saja. Dimana azas berkeadilan berlaku bagi media lain," tegasnya.

“Kalaupun media lain terkendala karena belum memiliki kantor sekretariat ataupun badan hukum dalam kelengkapan, KPU Mimika seharusnya perlu mengambil kebijakan dan mengambil sisi positifnya karena media-media ini tidak memberitakan hoax atau mengadakan peliputan di luar kaidah-kaidah jurnalistik,” ungkapnya.

Kritikan terhadap kebijakan KPU Mimika juga dilayangkan Saldi wartawan Okezone, Markus Rahalus Pimpinan TabukaNews.com dan Ronald Renwarin, Pimred BeritaMimika.

“Tidak bisa seperti itu. KPU harus adil dan netral terhadap semua media. Jangan pilih-pilih kasih. Kalau kecewa kita semua kecewa. Kenapa tidak dibagi rata saja? atau dihitung saja media mana yang selama ini paling dominan dalam pemberitaan mungkin dia dikasih porsi lebih, tapi kalau seperti ini caranya, KPU tidak profesional,” ujar wartawan Okezone, Saldi.

“KPU harus bijak untuk semua media. Jangan media tertentu saja karena selama ini kita semua suport KPU dengan pemberitaan yang baik. Apa ukurannya sampai hanya empat media yang diajak kerjasama? Lucu sekali kalau alasannya mereka duluan masukan proposal, sementara kami yang lain tidaj tahu ada informasi itu,” tegas Markus Rahalus Pimpinan TabukaNews.com.

Ronald Renwarin, Redaktur BeritaMimika.com juga menyayangkan hal tersebut. Ia bahkan mengatakan ada opini like and dislike dalam pemberian kerjasama tersebut.

“Buktinya? dari sekian media, hanya empat yang diakomodir. Coba KPU buka file berita kami. Sudah banyak kami menulis tentang KPU dan pemilu dari berbagai sumber. Tapi hasilnya apa? Jika karena kami sedang dalam proses badan hukum, itu bukan sebuah alasan karena apa yang kami beritakan selama ini bukan berita Hoax dan dapat dipertanggungawabkan,” tegasnya.

Menurutnya, dana itu jika dimaksimalkan bisa membackup 6-10 media. Sementara kekurangan untuk media lainnya, bisa menggunakan dana bantuan KPU dari Pemda Mimika melalui persetujuan bersama komisioner dan kebijakan pimpinan.

“Walau tidak dikasih kerjasama bukan ukuran bagi saya dan rekan-rekan dari media lain untuk tidak membackup KPU dan Pemilu 2019. Komitmen BeritaMimika dari awal sudah jelas, mendukung semua program kerja KPU dan pemilu damai karena ini merupakan tanggungjawab bersama. Saya dan pimpinan media Salam Papua, Radar Timika dan ikatan media online lainnya punya tekad yang sama untuk hal ini,” tegasnya.

Ketua KPU Mimika Indra Ebang Ola, pagi tadi kepada awak media mengatakan dalam waktu dekat akan menyurati semua media guna membicarakan hal ini.

“Saya juga baru tahu kalau hanya empat media yang diakomodir, padahal saya sudah sampaikan untuk semua. Kami akan surati resmi ke semua media untuk kita duduk bersama bahas ini dan memang ada agenda lain juga yang sudah kami atur untuk bertemu media. Karena kesibukan dan aktifitas saja maka dengan media agak terhambat. Kita akan bicarakan semua ini nanti,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Mimika Eltinus Omaleng melalui telepon, Senin (1/4) siang mengaku kaget bahwa hanya empat media yang diakomodir KPU Mimika untuk kerjasama.

Terkait hal ini ia akan melakukan koordinasi dengan Ketua KPU Mimika agar media lainnya juga diberikan kerjasama serupa.

“Tidak bisa begitu. Semua media harus dapat kerjasama. Kenapa sampai empat saja baru yang lain tidak kah? Dana bantuan dari kami juga sudah kasih ke mereka dan itu dana besar. Nanti saya akan tanyakan ketua KPU,” tegasnya. (Tim)

DPRD Kabupaten mimika, Ucapan HUT Kab.Mimika
Sekwan DPRD Kabupaten mimika, Ucapan HUT Kab.Mimika
2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika