Main Area

Main

Gerakan Muda Anti Miras Demo Tuntut Miras di Tutup

Warga saat berdemo soal penolakan miras di Mimika/. Foto : Evan Soenari

 

TIMIKA, TABUKANews.com -  Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan muda anti miras melakukan unjukrasa (unras) ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Mimika, Rabu (28/11). Menuntut Eksekutif harus mengeluarkan peraturan yang bisa menghentikan penjualan minuman keras (Miras) baik yang pabrikan dan non pabrikan di Timika.

Sebelum  menuju ke Kantor DPRD Timika, massa berkumpul di Lapangan Timika Indah, kemudian menuju ke Kantor DPRD dengan mengunakan kenderaan roda dua dan empat yang dikawal oleh aparat keamanan Polres Mimika.

Di depan kantor DPRD,  massa yang membawa berbagai spanduk kecaman peredara miras di Kabupaten Mimika, mereka melakukan orasi berisi keseriusan pemerintah dalam memberantas peredaran miras di Kabupaten Mimika.

Aksi yang dipimpin Pendeta Deserius Adii itu akan menyerahkan surat deklarasi tentang pelarangan mengedarkan, menjual, membeli, mengonsumsi, serta memproduksi minuman beralkohol atau miras di Timika, khususnya dan di tanah Papua pada umumnya, kepada DPRD.  

Ada tiga poin yang pertama, bahwa atas nama seluruh tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan,  tokoh pemuda, menuntut melarang memprokduksi, menjual, membeli dan menkomsumsi beralkohol atau minuman keras golongan a, b, c serta milo (minuman lokal) karena minuman keras adalah salah satu minuman pemusnahan etnis bagi generasi bangsa. 

Kedua, bahwa pelaku pengedar, pengadaan, dan penjual minuman keras di timika pada khususnya dan papua pada umumnya baik itu orang papua maupun orang pendatang segera tutup distributor atau stockist karena anda adalah aktor pembunuh dan pemusnah generasi penerus bangsa secara sadar atau tidak sadar.

Ketiga, bahwa surat deklarasi larangan minuman keras ini di tanda tangani oleh dan dilaksanakan secara bersama untuk melawan arus pemusnahan bangsa Papua barat melalui minuman keras ini.(tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika