Main Area

bayar pajak daerah
pesparawi xiii kab mimika
PON XX Papua

Main

Generasi Terpelajar Amungme Tuntut Kembali Lima Poin ke Freeport

Timika,TabukaNews.com - Karel Kum Ketua Organisasi Pemilik Gunung Nemangkawi Masyarakat Tiga Lembah Bersatu meminta managemen Freeport untuk seriusi tuntutan demo damai yang dilakukan di Office Builiding (OB) 1, Kuala Kencana pada tanggal 16 Februari lalu.

Karel mewakili Generasi Terpelajar Suku Amungme menilai dana 1 persen Freeport Fund Irian Jaya Development (FFIJD) bisa menjadi bom waktu bagi masyarakat lokal sekitar areal perusahaan itu.

 “Tuntutan kami membubarkan Community Development PTFI adalah alasan histori pengelolaan 1% FFIJD karena sudah 25 tahun berjalan tapi dinilai gagal. Itu alasan sosial,” ujarnya kepada awak media di Timika Rabu (21/4).

Ia menegaskan alasan permintaan itu bukan untuk memuluskan kepentingan segelintir orang atau kelompok tertentu tapi untuk kepentingan masyarakat Amungme dan Kamoro. 

“Kami generasi terpelajar Tiga Lembah dan pemuda menilai komitmen Freeport McMoran melalui Jim Bob James Moffet sangat baik untuk warga lokal tapi implementasi dari manajemen Freeport di Indonesia yang tidak optimal,” sindirnya.

Selain itu ia juga meminta 8 poin tuntutan demo damai kala itu untuk diteruskan kepada Mr. Richard C Adkerson di Amerika Serikat. Dari 8 poin, 1 yang sudah dipublikasikan adalah :menuntu bubarkan ComDev FI dan meminta Mabes Polri untuk segera periksa oknum-oknum yang mengelola dana 1 % FFIJD.

 “Management telah menolaknya, waktu di pertemuan di Kantor Polres Mile 32 Februari lalu itu. Kami sepakat akan ketemu dnegan Pak Tony Wenas, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya. Kami belum ketemu Presdir PTFI,” bebernya.

Adapun 5 tuntutan terkini Generasi Terpelajar TIga LEmbah dan Pemuda itu di antaranya :

Pertama menilai Lemasa dan Lemasko bukan pekerja PTFI tapi penengah, mediator, fasilitator bagi masyarakat. Karenanya segera berhenti segala tindakan yang seolah seperti pekerja PTFI.

Tuntutan kedua adalah membubarkan Community Development PTFI tidak untuk memuluskan kepentingan segelitir atau sekelompok orang tapi demi kepentingan masyarakat  Suku Amungme dan Kamoro.

Ketiga meminta kepada manajemen PTFI Indonesi untuk tidak menyederhanakan permintaan kami agar 8 poin tuntutan kami disampaikan kepada manajemen Freeport di Phoenix Amerika. Wajib berkordinasi dengan baik agar kita bisa duduk bersama dan membahas poin-poin tersebut.

Keempat meminta kepada manajemen ComDev FI agar segera berhenti dari segala komunikasi dan provokasi yang tidak produktif di tengah masyarakat, terkait tuntutan kami.

Kelima generasi terpelajar dan pemuda menilai dana 1 % FFIJD dan program sosial yang dijalankan untuk masyarakat lokal selama 25 tahun belakangan dinilai ibarat penyakit kronis dan bom waktu bagi  masyarakat Amungme dan Kamoro. Karenaya semua pihak wajib memahami keberadaan masyarakat lokal di Timika. (tim)

2021 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika