Main Area

Main

FKUB dan Tomas Kecam Kejadian Penyanderaan dan Pemerkosaan di Mapenduma

Foto Bersama / foto : dok Tabukanews.com

Timika, Tabukanews.com - Pasca terjadinya kasus penyanderaan terhadap 15 orang yang terdiri dari tenaga pengajar dan tenaga medis hingga terjadi pemerkosaan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga. 4 Tokoh Agama (Toga) yang tergabung dalam Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) mengecam aksi tersebut dan berdoa agar korban diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah.

Kegiatan doa bersama ini difasilitasi oleh Polres Mimika berlangsung di room Kakatua Hotel dan Resto Cenderawasih 66, Rabu (24/10).

Hadir dalam kegiatan tersebut adalah 4 Tokoh Agama dari FKUB Kabupaten Mimika, Pelaksana Harian (Lakhar) Kapolres Mimika AKBP Fernando Sanches Napitupulu, Waka Polres Mimika Kompol Arnolis Korowa, SH. MH, Kepala Suku Besar Ndugama Elipanus Mosareak, Tokoh masyarakat Jhony Wasarek.

Mewakili empat tokoh agama, Ignatius Adii, Ketua FKUB Mimika menyampaikan FKUB mengencam tindakam yang sudah dilakukan oleh KKB, sebab tindakan yang dilakukan itu diluar batas kemanusiaan.

"Seharusnya tindakan itu terjadi karena guru-guru dan tenaga kesehatan itu melaksanakan tugas mulia atau panggilan hati demi generasi muda Mapenduma," ungkapnya.

Lanjutnya, dengan kejadian tersebut dunia pendidikan di Kabupaten Nduga akan mati lima sampai 10 tahun yang akan datang dengan alasan jaminan keamanan yang belum menjamin keberlangsungan hidup mereka disana.

"Jadi siapapun yang melakukan itu tidak dikehendaki oleh Tuhan sehingga kami mengutuk perbuatan keji tersebut," ungkapnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Kepala Suku Besar Ndugama Elipanus Mosareak sangat menyayangkan dan sangat prihatin atas kejadian tersebut. Pasalnya akibat dari kejadian dunia pendidikan, kesehatan dan ekonomi akan lumpuh.

"Saya mewakili keluarga tokoh Nduga di Kabupaten Mimika sangat sedih atas kejadian yang telah menimpa para korban tersebut. Saya juga mengutuk keras kejadian ini," ungkapnya.

Sedangkan Jhony Wasarek, Tokoh masyarakat Nduga yang ada di Kabupaten Mimika juga menyampaikan hal yang sama. Ia juga menyampaikan kepada pihak kepolisian apabila ada pertemuan ditingkat Provinsi bisa sampaikan kepada pihak Pemerintah Provinsi bahwa tingkat koordinasi antara inatansi di Kabupaten Nduga tidak berjalan baik.
 
"Untuk kedepannya pemerintah dan pihak kepolisian untuk duduk bersama sikapi persoalan ini," ungkapnya.

Ditambahkannya bahwa dalam waktu dekat akan mengunjungi lokasi tersebut untuk melihat kondisi disana. Pasalnya pasca kejadian tersebut masyarakat ingin mengunsi. Perlu diketahui kejadian penyanderaan ini terjadi sejak tanggal 3 hingga 17 Oktober 2018. Dan mereka akhirnya berhasil diselamatkan dengan bantuan Kepala Puskesmas Mapenduma Naftali Wandikbo. (Jrl).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika