Main Area

Main

EW Ditemukan Gantung Diri di Ruang Tahanan Polsek Miru

Kapolsek Mimika Baru P Ida Waymramra, SE, SIK  bersama Provos saat meninjau Ruang Tahanan Polsek Mimika Baru/ Foto : Istimewa

TIMIKA, TABUKANews.com - Almarhum EW (44), tahanan Polsek Mimika Baru ditemukan tewas menggantung diri dengan menggunakan tali celana di tahanan polsek pada Senin (15/10), pagi tadi.

Adapun kronologis,kejadian dimana korban yang baru dua hari di tahanan diperkirahkan menggantungkan diri sekitar pukul 04.00 WIT. Ia diketahui meninggal oleh salah satu rekannya di tahanan  yang kemudian melaporkan ke petugas jaga pukul 06.30 WIT.

Wakapolres Mimika Kompol Arnolis Korwa mengakui, kejadian ini terjadi karena kelalaian baik korban maupun petugas jaga.

“Persoalan ini terjadi karena kelalaian jadi mengingatkan kita untuk lebih berhati-hati. Korban sudah dua kali lakukan pencobaan bunuh diri tapi info ini kami dapat setelah kejadian namun mereka yang menjalankan tugas jaga akan menerima konsekwensi untuk diperiksa,” tegasnya.

Ia mengatakan, kepolisian bertanggungjawab penuh terhadap masalah ini walau keadaan ini terjadi diluar kendali semua orang, baik korban, keluarga maupun pihak kepolisian.

“Kami sudah memberikan kepastian kepada pihak keluarga bahwa kita akan membantu keluarga mulai dari pengadaan kursi dan tenda di rumah duka, pakaian, petih jenazah hingga kuburan. Kita juga akan membantu memberikan bantuan sumbangan duka,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Komunitas Pemuda Kei (KPK) Kabupaten Mimika meminta agar proses investigasi terhadap petugas jaga/piket wajib dilakukan Polres Mimika.

“Kematian ini merupakan kesalahan SOP. Pihak kepolisian punya tanggungjawab selama 24 jam. Ini kelalaian penjagaan sehingga korban meninggal dunia, walau pada akhirnya merupakan perbuatan korban sendiri,” tegasnya.

Ia mengatakan, ketika seseorang berada dalam pengawasan kepolisian, apapun statusnya sepenuhnya menjadi tanggungjawab kepolisian. Mereka wajib melindungi Hak Asasi Manusia (HAM) yang ada dalam pengawasannya.

“Pihak keluarga sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian tapi ini harus jadi catatan agar ke depan jangan lagi terulang kejadian seperti ini, terhadap siapapun. Kehadiran kami juga untuk mengetahui secara pasti kronologisnya sehingga tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat kami. Harapan kami pemeriksaan internal sesuai SOP wajib dilakukan dan kami akan terus melihat sejauh mana perkembangannya nanti,” ungkap Temorubun. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika