Main Area

Main

Evakuasi Tiga Guru Dari Aroanop Terkendala Kabut

Awak heli yang stand by di Hanggar Penerbad karena kabut / Foto : Dok Tabukanews.com

 

TIMIKA, TABUKANews.com  - Proses evakuasi terhadap 3 guru di Kampung Aroanop Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika yang direncanakan hari ini, akhirnya batal karena terkendala kondisi Kabut yang tebal menutupi rute yang dilewati.

Helicopter yang berangkat diperkirakan pukul 08.25 Wit harus kembali ke bandara Mosez Kilangin Timika sekira pukul 08.40 Wit setelah kondisi medan yang berkabut dan berawan.

Komandan Brigade Infanteri (Dan Brigif) 20/IJK Kolonel Inf. Fritz Pelamonia ketika ditemui wartawan di lapangan helipad Penerbad mengatakan, tim evakuasi telah diberangkatkan dari helipad Penerbad Mosez Kilangin Timika tujuan Aroanop, hanya saja jalur yang sering dilalui Heli tertutup kabut tebal disekitaran Mile 50.

Tim yang berangkat juga telah berupaya untuk menaikkan ketinggian agar bisa sampai di Aroanop, tapi upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil, sehingga tim memutuskan untuk kembali ke bandara Mosez Kilangin Timika

"Tadi kami sudah terbang ke Tembagapura cuma karena berkabut rendah sehingga menutup jalur yang kita lewati. Pilot sudah naikkan ketinggian tapi kabut tebal jadi kita memutuskan untuk balik kanan," jelas Frits saat menceritakan kronologis kepada awak media, Jumat (20/4).

Kendati kabut tebal. Kata dia, upaya evakuasi akan dilakukan hari ini apabila kondisi cuaca memungkinkan sesuai dengan standar heli untuk terbang ke Aroanop

"Evakuasi hari ini saya belum katakan batal karena kita masih tunggu beberapa jam dan apabila cuaca berubah dan sesuai dengan persyaratan heli mendarat berarti kita akan evakuasi," tegasnya.

Ia mengungkapkan, 3 dari 5 orang guru tersebut berinisial JM, BM, BJ yang mengajar disana dan rencana akan dievakuasi hari ini. Dua tenaga honorer yang merupakan warga asli Aroanop berinisial NW, AJ, apabila kondisi cuaca memungkinkan. 3 guru tersebut merupakan warga pendatang yang mengajar disana. Sedangkan 2 guru lainnya merupakan warga asli Aroanop

"Yang masih ada disana itu ada 5 orang guru, hanya yang akan kita evakuasi itu ada 3 orang karena 2 orang guru merupakan warga asli Aroanop," ungkapnya. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika