Main Area

Main

Enam Tahun Beroperasi di Timika, Oknum Dokter Gadungan Diringkus Polisi

Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia, S. Sos didampingi KBO Ipda Lexi Mediyanto / Tim/TabukaNews.com

 

Timika, TabukaNews.com – Selama tujuh (7) tahun sejak 2012 – 2018, melaksanakan praktek sebagai dokter gigi di Klinik B-Care,  seorang oknum warga yang belakangan diketahui sebagai dokter gadungan berinisial HS (75), diringkus Anggota Reserse dan Kriminal Polres Mimika di Jalan Matoa, Kelurahan Kebun Sirih, Distrik Mimika Baru, Kamis (17/10).

Hal itu diungkap Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia, S. Sos dalam press rilis, Jumat (18/10) mengatakan, pihaknya  melakukan pengungkapan kasus penipuan berkedok dokter gigi berdasarkan laporan pengaduan masyarkat Laporan Polisi, nomor: LP/727/IX/2019/Papua / Res Mimika,  pada tanggal 14 september 2019, dan Surat Perintah Penyidikan, Nomor: SP-Sidik / 285/ x / 2019 / Reskrim, tanggal 2 oktober 2019.

"Kami lakukan penangkapan berdasarkan adanya laporan polisi dari tiga korban," Kata Wakapolres.

Ia menjelaskan, tersangka yang menggunakan identitas sebagai dokter tersebut dan bekerja disalah satu klinik di Mimika akhirnya diamankan di kos-kosannya yang berlokasi di jalan Matoa setelah pihak Kepolisian mengetahui keberadaannya.

Sementara itu, dari tangan tersangka pihak Kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang sering digunakan oleh pelaku untuk melakukan praktek. 

Seperti, tas merek zegari bertuliskan B-Care, satu buah stetoskop warna hitam merek litman, satu buah alat pengukur tensi otomatis merek omron, enam buah jarum suntik dan tabung, empat buah jarum suntik, satu buah botol plastik berisi kapas alcohol, empat sachet kapas alcohol, satu buah alat pengukur oksigen dalam darah merek pulse oximeter, enam belas buah tabung tempat darah, satu botol benodon.

"BB yang kita amankan, alat stetoskop, tanda pengenal berupa KTP, SIM A, dan SIM C dan dan beberapa BB lainnya," jelasnya.

Berdasarkan penuturan tersangka, yang bersangkutan yang mengaku sebagai seorang dokter lulusan S1 di Universitas Indonesia (UI) dan sempat mengambil gelar doktornya di luar negeri. 

Tersangka diketahui membuka klinik B- Care sejak tahun 2012 lalu hingga tahun 2018, dalam prakteknya tersangka melakukan praktik kedokteran seperti mengambil sample darah, menyuntik, memasang infus, dan mengaku sebagai dokter yang pernah melakukan praktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.

"Yang bersangkutan, lulus UI, dan mengambil gelar S3 di luar negeri, dan sempat praktik di RS Cipto Mangunkusumo dan membuka klinik di Mimika," ungkap Wakapolres mengutip pernyataan tersangka.

Setelah klinik yang menjadi tempat prakteknya ditutup tahun 2018, pria paru bayah ini melakukan praktik di luar dengan mendatangi pasien atau menawarkan diri kepada pasien , beberapa kegiatan ayng dilaksanakan diantaranya penibatan gratis di Blinik B-Care Jalan Budi Utomo, dan sunatan masal disalah satu masjid di kota timika.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 77 Jo. pasal 73 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran dan atau pasal 378 KUHP dipidana dengan ancaman penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp 150.000.000.  (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika