Main Area

pesparawi xiii

Main

Empat Pramuria Teridentifikasi Positif HIV Awal 2018 di Timika

Ilustrasi  

 TIMIKA, TABUKANews.com - Sedikitnya empat Wanita Pekerja Seks (WPS) di Kota Timika teridentifikasi positif HIV awal 2018.  Dua WPS yang ditemukan pada Januari bekerja di Lokalisasi Kilometer 10, sisanya ditemukan di bar dan cafe pada Februari.

"Sudah ditangani.  Dua yang ditemukan di Januari,  satu sudah on ARV. Sementara yang ditemukan di Februari masih butuh konfirmasi dari Puskesmas setempat untuk memastikan itu kasus baru," kata Pengelola Program Forum Pemuda Peduli AIDS (FPPA) Mimika, Bennedick A Tulenan kepada wartawan, Jumat (2/3).

Masih di awal tahun, FPPA  menemukan dua WPS terinfeksi IMS jenis gonore pada Januari dan tiga WPS terinfeksi siphilis pada Februari 2018.  Ben memastikan, kelima pramuria pengidap IMS itu telah diobati.

FPPA bekerja di bawah Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Mimika. Tugasnya menjangkau populasi kunci, antara lain pekerja seks jalanan, panti pijat, bar dan cafe, lokalisasi dan wanita yang menyiapkan layanan seks tanpa tempat spesifik misalnya kos-kosan.

Kabupaten Mimika hingga saat ini masih  menjadi daerah endemik HIV-AIDS  kategori meluas, yang berarti penularan telah terjadi di masyarakat luas. Untuk menekan angka penularan, telah terbit Perda nomor 11 tahun 2007 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS dan IMS yang disahkan pada November 2007 lalu.

Perda itu termasuk mengatur sanksi bagi pramuria yang terbukti terjangkit IMS atau HIV. Hampir bisa dipastikan empat WPS yang positif HIV dan lima terinfeksi IMS melayani tamunya tanpa pengaman. Hal itu jelas merupakan pelanggaran terhadap Perda nomor 11 tahun 2007.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan saat ini mencanangkan Fast Track 90-90-90 atau Triple 90 dalam penanggulangan HIV-AIDS pada 2019. Triple 90 berarti menemukan 90 persen orang yang positif HIV, mengobati 90 persen dari yang ditemukan dan mempertahankan terapi ARV bagi 90 persen orang positif HIV yang melakukan pengobatan.

Strategi tersebut dikenal dengan strategi akselerasi Temukan, Obati dan Pertahankan, disingkat TOP. Strateg ini mengarah ke target Three Zero pada 2030, yakni, tidak ada lagi penularan HIV, tidak ada lagi kematian akibat AIDS dan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV-AIDS. (tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika