Main Area

Main

Dua WN Myanmar Divonis Tiga Bulan Penjara

TIMIKA, TABUKANews. com - Akhirnya Pengadilan Negeri Timika menjatuhkan vonis hukuman tiga bulan penjara dan denda 100 juta subsider satu bulan kurungan terhadap dua warga negara Myanmar atas nama Mhu Yan Thu alias Yanto (28) dan Shu Mo Uw Alias Shu (33). Keduanya terbukti secara sah melanggar pasal 119 ayat (1) Undang-Undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Sidang dengan agenda putusan berlangsung di Kantor PN Timika, Jumat (9/3) dengan Hakim Ketua Majelis H Hery Cahyono SH, Hakim anggota, Fransiscus Y Bapthista SH dan Steven C Walukow SH. Sementara Joice E Mariai SH MH bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum dalam perkara tersebut.

"Keduanya sudah di Lapas sekarang. Putusan hakim kami laksanakan sebagai penetapan," kata Joice saat dikonfirmasi, Jumat (9/3) sore.

Putusan tiga bulan penjara atas kedua terpidana, menurut Joice, lebih rendah dari tuntutan JPU, yakni lima bulan penjara. Sementara hukuman denda dan subsider telah sesuai tuntutan JPU.

"Kami sementara menyusun laporan ke pimpinan untuk menanggapi putusan itu," kata Joice.

Perkara tersebut merupakan kasus pro yustisia petama yang ditangani Kantor Imigrasi Klas IIB Tembagapura. Pihak keimigrasian selanjutnya akan melaksanakan proses pendeportasian terhadap Shu dan Yanto usai keduanya menjalani masa hukuman kurungan tiga bulan. Kantor Imigrasi Klas IIB Tembagapura pun telah berkoordinasi dengan Pejabat Kantor Kedutaan Myanmar di Indonesia.

"Bahwa keduanya sudah punya anak dan istri serta ingin tinggal di Indonesia itu tetap kami pertimbangkan. Tidak menutup kemungkinan keduanya jadi warga negara Indonesia, tapi semua harus dalam tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum," jelas Kepala Kantor Imigrasi Klas IIB Tembagapura, Jesaja Samuel Enock saat dikonfirmasi.

Kedua terpidana diamankan di area pendulangan emas tradisional PT Freeport Indonesia oleh personel TNI pada 31 Maret 2017. Keduanya lalu diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura.

Setelah ditindaklanjuti, Yanto dan Shu terbukti tidak mengantongi kelengkapan dokumen keimigrasian selama berada di Kota Timika. Pengakuan di persidangan, keduanya masuk Timika dari Dobo pada 2013 lalu. Selama tinggal di Timika keduanya bekerja sebagai buruh kasar dan pendulang tradisional lalu menikahi perempuan Indonesia bahkan telah memiliki anak. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika