Main Area

pesparawi xiii
ulang tahun ke 36

Main

DPRP Dorong Pembangunan SPBU Untuk Nelayan Poamako

Anggota Komisi II DPRP Papua John Gobay saat menyerahkan bantuan kepada salah satu nelayan asal Kamoro./ Foto : Istimewa

TIMIKA, TABUKANews.com - Sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh nelayan asli Papua di pelabuhan Paomako, membuat pihak DPRP Papua mendorong ketersediaan pasokan BBM di kawasan pelabuhan Paomako dengan mendirikan SPBU khusus nelayan.

Hal tersebut dilakukan agar para nelayan tidak perlu menempuh perjalanan jauh dari Paomako ke Timika hanya untuk membeli BBM.

Anggota Komisi II DPRP Papua John Gobay merasa prihatin dengan kondisi yang dialami nelayan asli Papua yang ada di pelabuhan Pomako. John menuturkan untuk mendapatkan BBM, nelayan-nelayan di Pomako harus membeli di Timika yang berjarak 15 Km. Keluhan warga tersebut akan diusulkam kepada Dinas Perikanan Provinsi Papua dan BUMN agar segera membangun SPBU Khusus di pelabuhan Pomako.

"Masalah BBM. Nelayan harus membeli BBM di Timika (Nawaripi) jarakmya kurang lebih 15 Km. Sebagai anggota Kami punya hak untuk mengajukan usul dan pendapat kepada pihak-pihak baik Dinas Perikanan provinsi maupun BUMN agar bisa membangun SPBU khusus untuk nelayan di Pomako," kata Gobay usai hearing publik dengan Lemasa, Sabtu (3/3).

Terlepas dari itu. Kata John, perlu dibuatkan regulasi terkait perlindungan dan pemberdayaan nelayan lokal yang nantinya akan mengatur tentang pengakuan zona mencari ikan masyarakat suku asli yang sudah ada sejak dulu. Sebab, sejauh ini pengkapan ikan oleh nelayan non pribumi  sangat merugikan nelayan pribumi. Bahkan alat tangkap ikan yang digunakan oleh nelayan non pribumi yang dilarang oleh KKP. Hal tersebut perlu ditindaklanjuti oleh Dinas Perikanan dan pihak keamanan.

 "Ada penggunaan alat tangkap ikan yang dilarang oleh Kementrian yaitu cantrang, jadi harus ada regulasi terkait hal itu," kata Gobai.

Usai Hearinf public. Dirinya akan menyampaikan hal tersebut kepada Pemprov Papua dan Pemkab Mimika agar bisa menyediakan kebutuhan yang dibutuhkan oleh nelayan lokal baik tempat penampungan  ikan, temapt pemasaran serta koperasi untuk menaungi seluruh nelayan lokal yang ada di Pomako.

"Pemprov Papua dan Pemkab Mimika, Harus memberikan bantuan perahu dan alat utk mencari ikan, ada kredit bagi nelayan dan koperasi nelayan masy asli papua serta asuransi bagi nelayan karena pekerjaan ini penuh resiko," ungkap Gobai.

Pada kesempatan yang sama Anggota DPRP Papua Ferry Omaleng meminta kepada Social Local Development (SLD) PT Freeport Indonesia dan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) agar membantu memberdayakan nelayan lokal. Perhatian kepada masyarakat di pesisir harus sama dengan perhatian Freeport kepada 5 desa di Tembagapura yang terkena dampak langsung.

"Harus ada perhatian dari Freeport dan LPMAK kepada masyarakat pesisir dam tidak hanya untuk 5 kampung di Tembagapura," pintanya. (tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika