Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

DPM-PTSP dan Pimpinan OPD Rapat Bahas Pengembangan SPAM

TIMIKA, TABUKANews.com - Untuk menindaklanjuti rencana kerja sama bersama pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mimika oleh Victory Engineering and Resource PTE LTD yang di jadwalkan akan melanjutkan kunjungan lanjutan  pada tanggal 10-12 Agustus 2018,  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Mimika mengadakan pertemuan bersama seluruh pimpinan  Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

 

Pertemuan ini dalam rangka  mempersiapkan data pendukung untuk skema kerja sama bersama investor pengerja khusus pasokan air minum di  Kabupaten Mimika.

 

Kapala Dinas DPM-PTSP Kabupaten Mimika, Lopianus Fuakubun dalam pertemuan itu mengatakan, tahapan kerja sama investor ini telah membuat skema. Skema tidak hanya menggunakan skema kosong, tetapi harus dibuatkan berdasarkan data pendukung apa yang telah ada di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika. 

 

“Pengumpulan data ini sangat penting untuk mendukung skema investor. Sehingga semua OPD Pemkab terkait harus mengumpulkan data untuk mengisi skema dalam memperkuat kerja sama bersama investor SPAM,”kata Lopianus dalam rapat bersama pimpinan OPD di Lantai 3  Kantor Sentra Pemerintahan SP 3 Senin (30/7).

 

Lopianus mengatakan, semua data dari setiap OPD mohon diserahkan kepada Dinas DPM-PTSP melalui Bidang Penanaman Modal sehingga bisa disatukan dan diserahkan ke Dinas Pekerja Umum (DPU) selaku dinas teknis yang selanjutnya investasi investor khusus SPAM bisa berjalan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat Mimika.

 

Sementara itu Plh  Asisten Bidang Perekonomian, Sekda Mimika, Adolf Haley mengatakan  sangat diharapkan akan terwujudnya percepatan pengerjaan SPAM. Mengingat  potensi alam Mimika sangat kuat menarik berbagai investor untuk berinvestasi. Selain itu, kebutuhan akan air minum baku sangat penting, maka diperlukan pengumpulan data  akurat dari setiap OPD terkait sehingga bisa dipadukan untuk diserahkan ke OPD teknis.

 

Adolf berharap DPU Mimika bisa memperhitungkan segala sesuatu yang harus dipersiapkan dalam teknis pengerjaan SPAM. Jika kekuatan ata skema  anggaran yang tersedia dinilai minim, maka harus segera melakukan koordinasi dengan pimpinan daerah bisa mengupayakan percepatan pengerjaan SPAM.

 

“DPU sebagai OPD (Dinas) teknis harus lebih mematangkan kelancaaran kerja sama ini. Tidak terlepas pula peran dan dukungan dari OPD lain selaku pengumpul data. Sebab, air minum ini dibutuhkan disetiap sektor pembangunan. Kita akan koordinasi lagi dengan Pak Sekda dan diteruskan ke Bupati Mimika,” jelas Adolf.

 

Dalam pertemuan tersebut, masing-masing pimpinan OPD yang hadir  melaporkan sasaran kebutuhan air minum. Diantarannya, Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Mimika, Yan Slamet Purba menuturkan dalam satu tahun jumlah kapal besar yang berlabuh di Pelabuhan Pomako sebanyak 1.356 kapal. Jika setiap kapal membutuhkan pasokan air minum masing-masing kapasitas yang disesuaikan dengan bobot (besaran) kapal.

 

Selain di pelabuhan besar, Yan Purba menuturkan, kunjungan kapal di Pelabuhan Rakyat (Pelra) sebanyak 167 kapal yang berlayar antar kabupaten.  Setiap kapal ini tentunya membutuhkan pasokan  air minum yang disesuaikan dengan kapasitasnya.

 

“Contoh saja kalau kapal yang dibawah 100 GT itu membutuhkan berapa liter air minum. Begitu juga dengan kapal jenis lainya. Begitu juga dengan kapal yang berlabuh di Pelra.  Kami akan lengkapi semua data ini dan sampaikan ke Dinas Penanaman modal,”  terang Yan Purba.

 

Sedangkan perwakilan dari Dinas Perikanan Mimika mengatakan kunjungan kapal ikan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Pomako ada 230 lebih yang terdiri dari kapal ukuran besar dan izin pusat sebanyak kurang lebih 50 kapal,  kapal dengan izin provinsi sebanyak  30 kapal serta ada sebanyak 155 kapal yang merupakan izin Kabupaten.

 

Dilaporkan, kebutuhan air minum untuk kapal berkapasitas besar sebanyak 15 ribu liter. Untuk yang 30 GT ke bawah membutuhkan air minum atau bersih sebanyak 2000 liter. Sedangkan untuk kapal dengan ukuran kecil membutuhkan 500 hingga 1 ton air minum atau bersih sekali melaut.

 

Selanjutnya, di PPI Pomako juga dilaporkan telah ada Industri pengolahan ikan yang membutuhkan air bersih atau air minum baku.  Kemudian untuk coold storage membutuhkan air sebesar 6.000 liter yang dipasokan secara rutin setiap minggu.  Sedangkan untuk pabrik es, membutuhkan 15 ribu liter air untuk satu kali tahapan pencetakan es dengan hitungan per satu minggu. 

 

Namun, kebutuhan kapasitas pasokan air bisa saja berubah untuk proyeksi selanjutnya, karena jumlah kapal yang bekunjung di setiap bulanya akan terus bertambah.

 

Sedangkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Mimika, Mohamad  Toha mengatakan berdasarkan fungsinya Disporapar diminta untuk mendata semua jenis tempat usaha seperti, Hotel, Home Stay, rumah makan, restaurant, panti pijat, salon kecantikan, bar, rumah karauke serta tempat fungsi wisata lainya.

 

Toha mengusulkan, setiap tempat usaha yang berkaitan dengan wisata berkaitan dengan penjualan jasa dalam bentuk pungutan retribusi, maka Pemkab  harus membuatkan satu peraturan daerah (perda) khusus agar bisa diberikan kepada setiap jenis usaha tersebut di atas.

 

Sementara itu  Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika, Limi Mokodompit mengatakan, persiapan data dari setiap OPD dalam mendukung kerja sama investor SPAM harus dilakukan lebih cepat. Selain itu, semua data yang dimasukan ke Dinas Perizinan harus benar-benar valid sehingga tidak menjadi kendala.

 

“Saya mengusulkan agar data yang dimasukan setiap OPD itu harus betul-betul valid dan diupdate secepatnya. Kalau perlu data itu dilaporkan melalui WhatsApp saja biar cepat, supaya Dinas Penanaman Modal dan Perizinan juga bisa mengakses secara cepat,”terang Limi. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika