Main Area

bayar pajak daerah
pesparawi xiii kab mimika
PON XX Papua

Main

DP3AP2-KB Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak

Timika,TabukaNews.com - Sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi penerus bangsa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2-KB) Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, yang digelar di Hotel Serayu, Kamis (9/9).

Sosialisasi tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob yang ditandai dengan pemukulan tifa. 

Dalam sambutannya, Wabup Jhon mengkritisi beberapa peserta yang tidak hadir memenuhi undangan. Menurutnya, ketidakhadiran mereka menandakan jikalau mereka tidak menganggap kegiatan itu penting. 

"Kenapa saya hadir disini, karena saya tahu ini agenda penting. Saya yang minta untuk hadir buka kegiatan ini. Ini urusan wajib, ini penting, dan harus dihadiri para pihak lingkup pimpinan daerah (instansi).  Karena kita semua harus bersama-sama membantu dari Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati untuk menyelesaikan tugas tugas yang tersisa 3 tahun.

Dia bahkan menegaskan untuk segera mengadakan rapat khusus mengenai solusi terbaik untuk mengatasi dan mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak. Baik melalui kekerasan fisik, psikis maupun kekerasan seksual. 

"Saya akan undang semua yang mempunyai keterlibatan dalam penanganan kasus kekerasan anak. Anak harus dilindungi dan diberdayakan. P2TP2A harus lebih membuka diri agar cara kerjanya bisa terintegrasi sehingga penanganan kasus yang dilakukan bisa lebih maksimal," paparnya. 

Sementara itu, narasumber kegiatan Josefintje Wandosa yang merupakan Kepala Bidang PPA Provinsi Papua memaparkan bahwa Papua termasuk wilayah dengan angka kekerasan yang cukup tinggi di Indonesia. Menurutnya, pola pelayanan yang harus dilakukan oleh P2TP2A adalah pelayanan secara integrasi.

"Yang kerja di P2TP2A haruslah orang yang punya hati mau bekerja untuk pelayanan anak, dan harus secara integrasi. Ketika seorang anak menjadi korban, kita harus duduk bersama untuk bedah kasusnya, supaya kita tahu metode apa yang bisa kita lakukan untuk jalan keluarnya. Sisi pendampingan hukum seperti apa, pendidikan, kesehatan, sisi ekonominya dan lain sebagainya. Ini butuh proses, dan kalau kita tidak punya hati, maka tidak ada gunanya," terangnya. (Evan)

2021 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika