Main Area

Main

Dorong Ekspor Prodak Non Tambang, Bea Cukai Amamapare Gelar Discussion Group

Foto bersama usai gelar fokus diskusi./Foto : Tim Tabukanews. com

Timika, Tabukanews. com - Untuk mendorong ekspor prodak non tambang asal Kabupaten Mimika, Kantor Bea dan Cukai Amamapare gelar Focus Group Discussion dengan melibatkan instansi Pemeintahan melalui Dinas Teknik, Bank Indonesia (BI), PT Freeport serta seluruh pengusha eksportir yang ada di kabupaten Mimika, Papua, 

Kepala Bea dan Cukai Amamapare, Made Aryana mengatakan, selamat ini sangat sedikit prodak prodak non tambang yang terekspor. 

Walaupun sebelumnya telah ada satu perusahaan eksportir yang terdaftar yaitu UD Putri Desi. Namun karena tidak adanya persyaratan yang belum dipenuhi UD Putri Desi maka sempat diberhentikan sejak awal tahun 2018 lalu. 

"Pertemuan ini melanjutkan komunikasi-komunikasi yang telah kami lakukan sebelumnya. Sekarang kita diskusi lagi karena memang kita mau pemgeksporan di Mimika ini lebih bangkit," kata Made di Hotel Horison, Selasa (24/9).

Kata dia, seluruh pengusaha eksportir di Mimika menurut dia, sangat antusias lantaran ingin mengetahui bagaimana langkah-langkah ekspor. 

Karena ekspor merupakan suatu yang mudah dilakukan, asalkan segalanya dilakukan dengan aturan dan memenuhi syarat serta sesuai regulasi yang ada. 

Kegiatan diskusi ini juga dilakukan Lounching Klinik Ekspor Pace. Klinik ini untuk pelayanan khusus bagi pengusha-pengusaha yang diberikan asistensi berpotensi dalam mengekspor prodak unggulan dari Mimika. 

Pada intinya, yang diinginkan bersama adalah karena persoalan kekayaan alam Papua maka ekspornya langsung dari Papua khususnya Mimika.

"Yang sudah diberikan asistensi adalah Putri Desi dan Langgang Abadi. Nanti kita akan berikan solusi supaya secepatnya mereka bisa lakukan ekspor. Putri Desi itu ekspor Karaka dan Langgang Abadi ekspor Udang segar," tuturnya.

Karena itu, diharapkan agar Pemkab bisa menjalin kerja sama dengan maskapai pemerbangan internasional agar ekspor prodak non tambang bisa dilakukan langsung dari Timika. 

Hal ini untuk mengurangi biaya pengiriman, efisiensi waktu dan mengangkat nama kabupaten Mimika.

"Selama ini sulit ekspor karena selama ini harus melalui Surabaya atau Jakarta. Makanya namanya tidak tampilkan kota asalnya Mimika," jelasnya. (TIM) 

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika