Main Area

pesparawi xiii
HUT Republik Indonesia Ke 75

Main

DKPP Gelar Sidang Perdana,Pengadun Pasangan OMTOB

 

Lima Komisioner KPUD dan Panwas Mimika Saat Menghadiri Sidang DKKP di Mapolda Papua, Jumat (24/2)/ foto : Istimewa

TIMIKA

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akhirnya menggelar sidang perdana kasus pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu yang menyeret lima Komisioner KPU Mimika sebagai teradu (terlapor).

Sidang yang dipimpin oleh H.Alfitra Salam, berlangsung di Mapolda Papua, Jumat (23/2). Sebelumnya, kasus yang diadukan oleh Tim Kuasa Hukum pasangan Eltinus Omaleng - Jhon Rettob (OmTob) ini ditolak oleh Panwas Mimika. Mereka mengadukan KPU yang tidak netral dalam keputusannya menetapkan pasangan calon peserta Pilkada Mimika 2018.

Kepada pers usai sidang, Bakal Calon Wakil Bupati, Jhon Rettob yang didampingi tim kuasa hukum dari kantor Ihza & Ihza Law Firm menyatakan, ini adalah upaya hukum yang dilakukan pihaknya pasca penetapan paslon. Dimana dia bersama bakal calon Bupati petahana, Eltinus Omaleng dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat sebagai calon peserta Pilkada.

"Ini upaya hukum yang sudah kita lakukan terkait dengan gugatan dengan panwas. Pertama yaitu penetapan secara adminitrasi ,lalu terkait dengan pidana yang dilakukan KPU," kata John Rettob.

Menurutnya, untuk sidang DKPP sebelumnya pihaknya melaporkan ke Panwas Mimika tertanggal 10 januari lalu. Namun oleh panwas ditolak dengan alasan surat tidak bisa diterima.

"Namun oleh DKPP, aduan kami diterima, dikabulkan. Sehingga saat ini jadwal sidang pertama, dan sidang akan terus berlanjut. Paling tidak dengan proses hukum ini, akan mempengaruhi gugatan kami yang lain (termasuk persoalan ijazah calon bupati Omaleng)," tuturnya.

Kuasa hukum, Zulkarnain Yunus menjelaskan ada sejumlah poin yang dimasukkan dalam aduan ke DKPP, diantaranya adalah menyangkut adanya hubungan kekerabatan antara Ketua KPU Mimika, Theodora Ocepina Magal dengan salah satu calon Bupati.

 "Salah satu calon adalan kakak kandungnya. Kalau memang berkaitan dengan  kakak kandung,  harusnya dia tidak mengambil keputusan. Harusnya dia abstain. Karena saat penetapan itu dua komisioner lainnya mendukung untuk klien kami (OmTob) dinyatakan memenuhi syarat (MS), sedangkan dua lainnya  tidak memenuhi syarat (TMS).

Poin berikutnya, papar Zulkarnain adalah terkait penghitungan dukungan perseorangan. Dimana terdapat enam bakal pasangan calon yang resmi mendaftar namun hanya empat yang dinyatakan memenuhi syarat.

Sururudin, kuasa hukum lainnya menambahkan, dari gugatan yang diajukan meminta agar DKPP memberhentikan lima komisioner KPU Mimika yakni Ketua, Theodoora Ocepina Magal, Derek Mote, Alfrets Petupetu,Louis Rumakewi,dan Reinhard Gobay, karena dianggap tidak netral dalam penyelenggaraan pemilu. 

Untuk diketahui, dari tujuh bakal pasangan calon yang mendaftar di KPU Mimika, Empat diantaranya dinyatakan memenuhi syarat sebagai peserta Pilkada, mereka antara lain, pasangan calon Hans Magal-Abdul Muis (HAM), Mus Pigai-Allo Raffra (Musa), Robertus Waropea-Albert Bolang (R n B), dan Petrus Yanwarin-Alpius Edowai (Petraled).

Sedangkan pasangan yang “Tidak Memenuhi Syarat” (TMS) antara lain dua pasangan dari jalur perseorangan yaitu  Philipus Wakerkwa-H Basri ( Philbas) dan Maria Florida Kotorok-Yustus Wai (Marius). Keduanya dinyatakan tidak memenuhi syarat karena tidak mencukupi persyaratan dukungan KTP. Sedangkan pasangan TMS lainnya yakni dari jalur partai politik, Eltinus Omaleng (Bupati Petah Ana)-Johannes Rettob (Omtob) yang didukung 12 partai politik, 3 diantaranya non seat. Pasangan Omtob dinyatakan TMS karena persoalan ijazah yang dipakai dinilai tidak sah.(tim)

 

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika