Main Area

pesparawi xiii

Main

Ditpolair Amankan Dua Kapal Diduga Amankan UU Migas

Foto: Personel Diri  Ditpolair Polda Papua / Dok.Tabukanews.com

Jayapura, Tabukanews.com - Direktorat Polisi Air Baharkam Polri (Ditpolair) Polda Papua mengamankan sebanyak dua kapal tanker KM Kairos II yang diduga melanggar Undang-undang Minyak dan Gas (Migas), Senin (27/8) sekira pukul 21.14 Wit saat melewati perairan Jayapura.

Berdasarkan rilis yang diterima Tabukanews.com dari Humas Polda Papua menjelaskan, kejadian berawal dari anggota Direktorat (Dit) Polair Polda Papua yang mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada sebuah Kapal Tangker KM Kairos II dan Kapal SPOB KM Kartanegara yang melakukan pengisian BBM di perairan Jayapura secara ilegal yang tidak sesuai dengan faktutnya.

Selanjutnya tim lidik dari Sub Ditgakkum Dit Polair Polda Papua yang dipimpin langsung Direktur Polair bertolak di sekitar perairan Kota Jayapura tepatnya di depan Kayu Pulau untuk melakukan pengintaian.

Setelah melakukan pengintaian tim memutuskan untuk melakukan pemeriksaan terhadap dua Kapal tersebut, dan ditemukan kedua Kapal sedang melakukan pengisian BBM secara illegal.

Sehingga pihaknya Dit Polair untuk mengamankan para awak dari kedua kapal beserta dokumen diamankan dan BB yang langsung dibawa ke kantor Dit Polair Polda Papua berupa, 1 Unit Kapal SPOB Kartanegara, 1 Unit Kapal KM. Kairos II, 1 Bundel Dokumen KM. Kairos II, 2 Unit pompa Alkon, yang digunakan untuk memompa BBM, 3 gulungan selang 2 inci dengan panjang total 50 meter, 14 ton BBM jenis Solar KM. SPOB Kartanegara, 1 Unit HP merk Apple seri 6 warna Hitam, 1 Unit HP Samsung S8 warna Silver.

Identitas para awak kedua kapal tersebut diantaranya, LK Nahkoda Kapal SPOB Kartanegara, S, K, AR Nahkoda Kapal Kairos II, Akbar, Arifin, Tison, Musran, Dani.

Kasus ini kini ditangani oleh Dit Polair dengan koordinasi dengan pihak Pertamina Jayapura dan Kejaksaan Tinggi Papua.

Sementara itu pasal yang disangkakan pada pelanggaran tersebut dikenakan pasal 53 huruf (d) Jo Pasal 23 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP yang berbunyi

“Setiap orang yang melakukan niaga Bahan Bakar Minyak tanpa izin usaha niaga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 Tahun dan denda paling tinggi Rp 30.000.000.000,- (tiga puluh miliar rupiah)". (Rfl).

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika