Main Area

pesparawi xiii

Main

Distanbun Gandeng Warga Mioko Tanam Kelapa Sekaligus Monev

TIMIKA, TABUKANews.com - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Mimika Melakukan Monitoring serta Evaluasi (Monev) terkait penanaman kelapa di kampung Mioko Distrik Mimika Tengah, Jumat (7/9).

Hadir dalam penanaman tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Mimika Ir.  Yohana Paliling, Danramil 1710-07/ Mapurujaya Lettu Inf. Suardi dan jajaran Distanbun.

Program penanaman dan pemeliharaan tersebut yang bersumber dari dana Otsus yang dialokasikan kepada 6 kelompok tani. Diantaranya, kelompok Kakaburuwaktu, kelompok Ameta Ereka, kelompok Kametiporo, kelompok Amoko Bako, kelompok Anamo, kelompok Akie Arma.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Mimika Ir. Yohana Paliling kepada media mengatakan, kegiatan yang dilakukan di kampung Mioko Distrik Mimika Tengah merupakan kegiatan penanaman kjelapa dan monitoring hasio penanaman kelapa dalam yang dilakukan oleh 6 kelompok sejak tahun 2017 lalu.

"Ini merupakan kegiatan monitoring penanaman kelapa tahun lalu," kata Yohana Paliling.

Menurutnya, program penanaman Kelapa merupakan sebuah investasi menjanjikan yang ditujukan kepada masyarakat di kampung Mioko karena masa pemeliharaan sangat singkat dan bisa menghasilkan dalam jangka waktu bertahun-tahun. Hal tersebut yang perlu diperhatikan oleh warga Mioko.

"Kenapa saya memilih kelapa karena bisa menghasilkan dalam waktu yang lama," terangnya.

Ia mengungkapkan, sejak 2017 lalu, pihak Distanbun telah mendistribusikan sebanyak 28 ribu bibit kelapa dalam telah didistribusikan kepada warga Mioko untuk ditanam di pinggiran sungai di hamparan seluas 300 hektar dan terus dilakukan pendamping oleh pihak Distanbun. Artinya satu kelompok memiliki 50 hektar hamparan.

"Saat ini, sebanyak 28 ribu bibit kelapa yang telah ditanam diatas hamparan seluas 30 hektar. Masing-masing Kelompok memiliki luas hamparan berapa 5 hektar," ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam monitoring tersebut apabila ditemukan kelapa yang tidak tumbuh, maka akan dilakukan penanaman ulang.

"Kami lihat ada yang tidak tumbuh, maka kami akan tanam kembali," tambahnya.

Sementara itu salah satu petani kelapa Alexander Waupuru mengatakan, dirinya sangat berterima kasih kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Mimika. Sebab sejak 3 tahun lalu, perhatian penanaman kelapa difokuskan di kampung Mioko dan disambut baik oleh warga setempat.

"Pertama kami berterima kasih kepada dinas pertanian karena dari 2015 kami sudah membuatkan perhatian kepada kami kampung Miyoko," tuturnya saat ditemui di sela-sela penanaman kelapa, Jumat (7/9).

Ia berharap, setelah memberikan bibit dan peralatan untuk berkebun selanjutnya terus dilakukan pendamping kepada warga agar program yang diturunkan kepada masyarakat bisa menghasilkan sesuatu

"Kedepan harapan kami sebagai kelompok dari dinas jangan hanya kasih bibit tapi mereka turun untuk melakukan pendampingan," harapnya.

Usai melakukan monitoring selanjutnya dilakukan pembagian sembako kepada warga di 6 kampung berupa bahan makanan, dan obat-obatan untuk penanaman kelapa serta peralatan berkebun.

Sementara itu Danramil 1710-07 Lettu Inf. Suardi menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Mimika. Sebab, menurutnya, banyak program yang ditujukan kepada masyarakat, tapi tidak menyentuh dan tidak tepat sasaran.

Berbeda halnya dengan kegiatan tersebut yang sangat menjanjikan untuk warga Mioko apabila kelapa yang ditanam bisa menghasilkan.

Hasil tersebut bisa dijual ke pasar dan bisa dikelola untuk perluasan, hanya saja perlu ketekunan dan ketelatenan dalam mengolah perkebunan yang ada saat ini.

"Kegiatan ini sangat baik dan menyentuh, hanya saja semuanya kembali kepada masyarakat apakah serius berkebun atau tidak," ungkapnya. (Rfl/TB

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika