Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

Disperindag Mimika OTT Truck BBM di Kilo 7

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika Bernadinus Songbes saat menunjukan lokasi penyedotan BBM jenis Solar/ Foto: Tim/Tabukanews.com

Timika, TabukaNews.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Jumat (15/11) penggerbekan sebuah bengkel tepatnya di Kilometer 8, Jalan poros Timika Mapurujaya, sekitar pukul 12.45 WIT, diduga sebagai tempat penimbunan BBM jenis solar.

Kegiatan tersebut telah dipantau oleh petugas Disperindag kabupatena mimika selama beberapa hari belakangan ini.

Kepala Disperindag Kabupaten Mimika Bernadinus Songbes ketika ditemui di lokasi penggerbekan mengatakan, penimbunan BBM hingga menyebabkan kelangkaan di Mimika sudah menjadi atensi dari Pemkab Mimika melalui Disperindag dalam 4 bulan terakhir sehingga dilakukan penelusuran dan pemantauan oleh pihak Disperindag.

“Praktek penyedotan dan penimbunan solar membuat negara dirugikan. Artinya, jika truck pengangkut yang sama menyangkut BBM sehari dua kali. Berapa banyak solar yang disedot apabila dikalikan perminggu, perbulan.  Kami sudah lakukan pemantauan sejak bulan Agustus kemarin," kata Songbes.

Ia menjelaskan, berdasarkan bukti yang dimiliki oleh Disperindag, sebanyak 3 perusahaan yang mendistribusikan solar untuk PLN diindikasi sering melakukan penyedotan. Penyedotan yang dilakukan per tanki kisaran 2 hingga 8 jerigen dengan ukuran bervariasi 25 dan 30 liter disesuaikan dengan besarnya baik tanki berukuran baik 8000 liter maupun 16000 liter.

“usai penyedotan selanjutnya dilakukan transaksi pembayaran berdasarkan banyaknya solar yang disedot.” Ujarnya.

Ia mengakui, terdapat 3 perusahaan pendistribusian BBM jenis solar ke PLN, diantaranya, PT Golden Buker, PT Putra Kali Mas, PT Lintas Samudra, setelah mengantongi beberapa dokumen penyedotan dan transaksi dari perusahaan-perusahaan tersebut.

"Kita telah kantongi dokumen dari ketiga perusahaan tersebut kami akan tindak lanjuti, " jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya akan mempertanyakan proses pendistribusian solar dari Jobber pertamina ke PLN. Yang mana setiap pendistribusian barang negara harus disegel dan segelnya akan dibuka setelah sampai di tempat tujuan, namun saat digrebek ditemukan puluhan segel cadangan didalam truck tersebut.

Selain itu, pihaknya mempertanyakan fungsi pengawasan dari PLN yang menerima pendistribusian tersebut namun tidak mencocokkan kuota yang masuk dengan dokumen yang diterima.

"Kita akan koordinasi dengan jobber dan PLN untuk distribusi ini. Karena banyak yang janggal," ungkapnya.

Truck pengangkut solar beserta supir dan barang bukti selanjutnya di giring ke Sentra Pelayanan untuk proses hukum.

Dari data yang dihimpun, penggerbekan dimulai sejak pagi, Kepala Disperindag Bernadinus Songbes menempatkan beberapa pegawainya untuk memantau di beberapa lokasi, baik di lokasi dekat jobber pertamina yang berlokasi di Pomako Distrik Mimika Timur, kilometer 11, kilometer 10 dan sekitar TKP.

Pemantauan yang dilakukan mulai dari pagi sekitar pukul 09.00 Wit, akhirnya membuahkan hasil. Truck berwarna biru jenis Fuso dengan nomor polisi PA 9003 MQ yang mengangkut BBM jenis solar dengan kapasitas 8000 liter untuk didistribusikan ke PLN Timika yang dikendarai oleh sopir berinisail DS saat tiba di TKP untuk melakukan penyedotan dan langsung dibuntuti oleh para pegawai.

Dari tangan penyedot solar. Pihak Disperindag menyita dua jerigen berukuran 25 liter yang berisi solar, sementara itu saat dilakukan pengecekan disekitar lokasi ditemukan tanki penampung solar, alat penyedot, puluhan jerigen, dan selang, serta segel.

Hingga saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh pihak Kepolisian Resor mimika guna penyelidikan lebih lanjut. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika