Main Area

Main

Diskominfo Mimika Gelar Seminar Data Sektoral dan PDRB

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengelar seminar data statistic sektoral dan Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB)  dengan menghadirikan Organisasi Perangkat Daerah juga Badan Usaha Milik Negara (BUMD)./ foto : dok tabukanews.com




TIMIKA, TABUKANews.com - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengelar seminar data statistic sektoral dan Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB)  dengan menghadirikan Organisasi Perangkat Daerah juga Badan Usaha Milik Negara (BUMD).

Seminar  tersebut digelar di Gedung Ball room Hotel Grand Tembaga kegiatan tersebut dibuka  oleh Sekretaris Daerah (Sekda)   Kabupaten Mimika dengan menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Mimika. Rabu (3/10).

Seminar tersebut  guna memberikan gambaran rakuman sektor apa saja yang nantinya diangkat dan dibuat dalam bentuk  buku yang  dapat menjadi sumber penyedia informasi bagi masyarakat.

You, dalam sambutanya mengatakan,  bahwa dirinya ingin agar data statistic  dapat sikron dengan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (diskdukcapil) pasalnya selama ini, data yang tercantum dalam buku Mimika dalam Angka selalu tidak singkron sehingga sering menjadi permalasahan,contohnya kata Sekda, saat Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) kemarin yang kemundian menimbulkan banyak stigma dikarenakan perbedaan antara data Statisktik dan Disdukcapil.

“Semogga seminar ini , kita bisa singronisasi data, jangan seperti Pilkada kemarin kita saling mengklaim, sehingga  buku Mimika dalam angka  2019, tidak membuat kekeliruan,”ujar You.

Disamping itu Kepala BPS Cabang Mimika Yunus Wakum.,SE menjelaskan bahwa, pemicu terjadi perbedaan  data antara statistic ini dikarekan beberapa faktor, yaitu faktor waktu survey, pasalnya yang menjadi patokan BPS  yaitu, seseorang dikatakan sebagai penduduk Mimika adalah orang tersebut sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Mimika. Selain itu juga, jika metode yang dipakai berbeda antara BPS dan Disdukcapil sudah pasti akan berbeda dihasil akhir

Pasalnya produk BPS Daerah dalam Angka (DDA) selalu dicari penguna data   bahkan DDA tingakt kecamatan, pasalnya  data BPS dibutuhkan  penguna  data untuk mengukur keberhasilan berbagai kegiatan.
                                                                                                                                                                                                                        
Data BPS ini yang dihasilkan dari sensus/Survei terkadang  dirasa masing kurang sehingga sebagian besar DDA adalah data sektor sektoral yang seyogyanya berasal dari admintrasi sektor-sektor  yang tersedia   sepanjang tahun.

“Kita selalu mengadakan surver 10  tahun sekali  dengan rendon sesus dengan melakukan survey populasi dan harus 95 persen sample yang diambil  harus terbukti kebenaranya ,”jelasnya. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika