Main Area

Main

Dinkes Mimika Kejar Target PIN Polio

 petugas memberikan imunisasi polio / Tim Tabukanews.com

 

Timika,TabukaNews.com – Dari 95 persen target nasional yang harus dicapai dalam program Sub PIN 2019, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus mengejar target hingga kini baru mencapai 86,72 persen.

Petugas kesehatan di kota timika dan pinggiran mendatangi rumah warga yang balitanya belum mendapat imunisasi polio. 

Dinkes Kabupaten Mimika masih terus mengejar target sasaran program Sub PIN Polio periode II. Dengan dukungan tenaga kesehatan di Puskesmas maupun Puskesmas Pembantu (Pustu) jadi ujung tombak kejar target 95 persen sasaran yang ditetapkan.

“ Selain menyasar siswa di sekolah-sekolah, tenaga kesehatan turun sweeping sasaran dari rumah ke rumah sampai ke jalanan.” Ujar Penanggung Jawab (PJ) Imunisasi Dinas Kesehatan Mimika, Usman La Ali Muda,  Jumat (2/8/19). 

Menurutnya,  Program Sub PIN Polio periode II mulai bergulir sejak 13 Juni lalu. Berdasarkan sasaran daerah, program ini menyasar 54.843 anak usia 0- 15 tahun di Kabupaten Mimika. Hingga 1 Agustus, Dinkes Mimika telah mencapai 86,72 persen. 

“Dari 29 kabupaten kota di Provinsi Papua, Mimika masih berada di urutan ke-14, tapi sudah di zona hijau. Urutan teratas ditempati Kabupaten Asmat dengan capaian melampaui 100 persen.” Terangnya. 

Usman La Ali Muda mengatakan, kondisi geografis dan cuaca di Kabupaten Mimika kerap jadi kendala pencapaian target.

 

"Teman-teman Puskesmas Tsinga sudah sekitar satu bulan hanya sampai bandara pulang karena cuaca tidak memungkinkan," katanya.

Jika diurut, capaian Puskesmas Jita paling tinggi dengan angka131 persen tapi dengan sasaran hanya 452 anak.

Target sasaran paling banyak ada di wilayah kerja Puskesmas Timika, yakni 15.304 anak. Tenaga kesehatan Puskesmas Timika telah mengimunisasi sebanyak 14.177 anak atau 92,64 persen dari target sasaran.

Selain capaian minimal 95 persen, Program Sub PIN Polio dikatakan berhasil memberikan perlindungan komunitas jika pelaksanaannya merata di seluruh wilayah kabupaten. Soalnya, dua Puskesmas di Mimika masih nol persen capaiannya.

"Sampai sekarang Puskesmas Hoya dan Aroanop masih nol persen," sebut Usman, Jumat (02/08/2019).

Indonesia sebenarnya sudah dinyatakan bebas polio, namun beberapa waktu lalu ditemukan satu kasus polio di Yahukimo. Setelah dilakukan pemeriksaan pada lingkungan anak tersebut, ditemukan lagi dua anak positif polio tanpa gejala kelumpuhan.

Merespon temuan kasus itu, Kementerian Kesehatan RI mewajibkan jajarannya di wilayah Papua dan Papua Barat melaksanakan Program Sub PIN Polio.

Penyakit polio kata Usman, hingga sekarang belum ditemukan obatnya. Imunisasi adalah cara paling ampuh mencegah penularan polio atau yang biasa disebut penyakit lumpuh layu ini. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika