Main Area

Main

Dinas Pendidikan Bertanggungjawab Atas Pelecehan Seksual Guru Di Aroanop

Tokoh Masyarakat Mimika Piet Rafra / Foto : dok Tabukanews.com

 

TIMIKA,Tabukanews.com -  Tokoh masyarakat Kabupaten Mimika Piet Rafra merasa prihatin dengan kejadian pelecehan seksual yang dialami oleh tenaga pengajar di Aroanop Distrik Tembagapura beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Pendidikan agar bertanggungjawab terhadap kejadian tersebut. Sebab Dinas Pendidikan telah mengetahui keberadaan pihak KKB di Distrik Tembagapura, namun masih saja menempatkan tenaga pengajar wanita disana.

"Jadi Dinas Pendidikan itu musti tahu bahwa daerah operasi KKB itu berada di pegunungan dan penempatan guru disana juga notabene adalah wanita muda yang resikonya sangat berbahaya," kata Piet Rafra saat di temui  Caffe di jalan Hasanudin, Selasa (24/4).

Ia menjelaskan, tindak kekerasan pelecehan seksual telah dialami oleh sejumlah tenaga pengajar saat bertugas di Aroanop dan Dinas Pendidikan sebagai Dinas Pendidikan yang menaungi tenaga pengajar di Mimika harus tetap berada mendampingi mereka.

"Sekarang setelah diperkosa siapa yang bertanggung jawab, orang yang menempatkan mereka disana itu yang harus bertanggung jawab dan jangan cuci tangan dalam hal ini kadis pendidikan, umpama saja anak perempuan saya yang bertugas disana dan diperkosa, yang pertama saya cari itu adalah orang yang tempatkan mereka disana. Ini sudah pernah terjadi dan Belum ada evaluasi dari Dinas Pendidikan sendiri," jelasnya.

Ia meminta kepada Dinas Pendidikan agar memperhatikan tenaga pengajar yang bertugas disana yang mendapat perlakuan tidak wajar perlu di prioritaskan mereka menjadi PNS, sebab dengan kondisi kemanan yang mengancam mereka tetap melaksanakan tugas dengan harapan bisa menjadi PNS.

Disisi lain. Kata Piet, Dinas Pendidikan harus melakukan pendampingan terhadap korban pelecehan seksual untuk memulihkan psikologi mereka sehingga mereka bisa kembali beraktivitas seperti biasa walaupun membutuhkan waktu lama.

"Mereka nekad mengajar disana dengan kondisi yang tidak aman untuk mereka dengan harapan mereka bisa diangkat menjadi PNS dan itu harus dilakukan, tapi disampingnya itu mereka ini mengalami gangguan psikis dan sulit untuk mereka lupakan jadi perlu dipikirkan oleh dinas pendidikan," ungkapnya.

Ia berharap agar Dinas Pendidikan bisa mengevaluasi kembali penempatan tenaga pengajar di wilayah di Timika baik di pegunungan maupun pesisir."Kalau bisa dievaluasi lagi penempatan guru-guru," harapnya. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika