Main Area

pesparawi xiii
HUT Republik Indonesia Ke 75
HUT Republik Indonesia Ke 75
HUT Republik Indonesia Ke 75

Main

Dikasih Waktu Tiga Hari, Pedagang Menolak Untuk di Relokasi ke Pasar Sentral

Timika, TabukaNews.com – Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika, Satpol PP di Beck Up TNI dan Polri. Selasa (8/9/20) melakukan sosialisasi kepada para pedagang di eks pasar swadaya dan pasar gorong-gorong, agar kembali berjualan di pasar Sentral.
Dipimpin langsung Kepala Disperindag Mimika, Michael Gomar didampingi Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Paulus Dumais memberikan waktu selama tiga hari kepada para pedagang agar dapat merelokasikan ke pasar sentral.
Pasalnya, Pedagang pasar lama yang selama ini menggelar dagangannya hingga ke badan jalan membuat pemandangan yang kurang bagus dan terkesan semrawutan atau tidak bagus di pandang.
“ini perintah segera berpindah ke pasar sentral, yang tertinggal hanyalah pedagang sembako atau kios-kios .Selain  itu para pedagang sembako, pakaian dan dagangan import lainnya dilarang menjual sayur sayuran ataupun pangan lokal lainnya.” Kata Maichael Gomar kepada para pedagang.
Menambahkan. setelah sosialisasi ini diberikan dengan jangka waktu tiga hari sudah harus mengosongkan dua lokasi tersebut yang digunakan pedagang berjualan maka dipastikan hari Jumat mendatang seluruh pedagang yang ada di pasar gorong-gorong dan pasar lama sudah ke pasar sentral atau dua lokasi itu kosong.
“Hari ini kami sampaikan kepada para penjual ikan, sayur dan buah yang ada bahwa selama tiga hari ke depan semua harus kosongkan tempat dan segera tempatkan lapak yang ada di pasar sentral. Ini sesuai instruksi Bupati Mimika. Kami berikan waktu tiga hari ke depan. Jika tidak maka hari Jumat mendatang tim akan kembali dan melakukan penertiban,”kata Kadisperindag, Michael Gomar saat memberikan sosialisasi.
Kata Gomar, Penertiban pedagang dilakukan guna mendukung penataan kota menuju PON ke XX tahun 2021 dan Pesparawi mendatang agar penataan Kota Timika ini indah dipandang.
Pantauan di lapangan saat proses sosialiasi diberikan di esk pasar swadaya dan pasar gorong-gorong sempat terjadi aksi penolakan oleh mama mama papua untuk direlokasi ke pasar sentral dan tetap ingin berjualan di pasar lama maupun pasar gorong-gorong.
Mama-Mama Papua mengaku akan bertahan di tempatnya masing-masing lantaran tidak mendapatkan tempat di pasar sentral dan juga transportasi mahal.
“Kami ke pasar sentral di usir. Kami ditempatkan di lapak yang bagian belakang. Siapa yang mau datang beli kita punya sayur? Pasar sentral juga terlalu jauh, penghasilan kami tidak cukup untuk biaya ojek,” kata salah satu mama papua di pasar lama.
Hal yang sama juga disampaikan oleh beberapa Mama di pasar Gorong-gorong, dimana pasar Gorong-gorong merupakan pasar yang dekat dijangkau oleh pembeli dan jarak rumah ke pasar sini juga dekat.
Rencana relokasi para pedagang yang sebagian besar mama mama papua ini sudah untuk kesekian kalinya dilakukan baik yang langsung diangkot barangnya dengan mobil pick up ke pasar sentral , dan petugas satuan polisi pamung praja ditempatkan untuk mengantisipasi warga kembali berjualan namuan hal itu tidak diindahkan, setelah berjalanya waktu ruas jalan Bhayangkara kembali di tutup dengan jualan begitupun areal gorong gorong tepat dibawah sutet warga tetap berjualan seakan mengindahkan instruksi pimpinan daerah. (tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika