Main Area

Main

Diduga Lakukan Pemerasan, RSMM Lapotkan PLN Cabang Timika Ke Polres Mimika

TIMIKA,TABUKANews.com - Pihak Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika atau Rumah Sakit Karitas melaporkan kasus pemerasan dan pengancaman yang dilalukan oleh Pembangkit Listrik Negara (PLN) Cabang Timika kepada Polres Mimika karena melakukan pemutusan arus listrik sejak tanggal (22/1) lalu dan meminta denda sebesar 8,7 miliar Akibatnya pelayanan kesehatan menjadi terganggu.

Laporan Polisi (LP) dengan nomor:TBL 90/II/2018/PAPUA/RES MIMIKA dengan terlapor PT PLN Persero Cabang Timika.

Wakil Direktur RSMM Laurens Hokeng bersama Kepala Bagian (Kabag) Maintenance Aries S, didampingi dua kuasa hukum Eus Berkasa, SH, MH dan Yosep Temorubun, SH.

Kuasa Hukum RSMM Eus Berkasa, SH. MH dalam konferensi pers menjelaskan, pihak RSMM telah melaporkan tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh PT PLN Cabang Timika kepada Polres Mimika. Karena terjadi kelalaian pada petugas maintenance sehingga mengakibatkan alat pengukur arus listrik rusak selama 10 hari.

"Kami (mewakili RSMM) resmi melaporkan manager PLN cabang Timika ke Polres Mimika atas dugaan tindak pidana pemerasan karena kelalaian sehingga meter atau alat pengukur listrik di RSMM itu tidak berfungsi selama 10 hari," kata Eus dalam konferenai persnya, Selasa (20/2) di bilangan jalan Budi Utomo.

Eus menjelaskan kronologis kejadian bermula saat listrik di RSMM padam pada pertengahan bulan Januari lalu, dan pihak RSMM menyampaikan kendala yang dihadapi kepada pihak PLN untuk melakukan pengecekan dan segera memperbaikinya kerusakan yang ada. Hanya saja pihak PLN tidak menemukan sumber kerusakan. Berselang seminggu lebih atau 10 hari baru pihak PLN bisa mengetahui penyebabnya yang bersumber dari kerusakan alat pengukur aliran listrik.

Akibat dari kerusakan alat pengukur arus listrik. Pihak PLN merasa dirugikan sehingga mereka meminta denda senilai 8,7 miliar kepada pihak RSMM.

"Sebenarnya ketika mati hari pertama itu sudah disampaikan, tetapi petugas dari PLN itu baru datang ke RSMM itu 3 hari kemudian. Setelah dilakukan pengecekan ternyata pada saat itu mereka tidak langsung menemukan sumber penyebab masalahnya sehingga ada pembiaran. Pada hari ke 10 baru mereka tahu penyebabnya. Setelah itu pihak RSMM dipanggil dan dituntut untuk membayar uang tunai sebagai tagihan susulan senilai 8,7 miliar," jelasnya.

Menurut Eus, ada kelalaian dari pihak PLN yang tidak melakukan pengecekan dan terkesan melakukan pembiaran terhadap kerusakan tersebut yang berujung pada. Selain itu RSMM merupakan RS non profit atau tidak mengutamakan keuntungan melainkan pelayanan kepada masyarakat terlebih khusus masalah 7 suku. Sehingga pihak RSMM meminta dibentuk investifasi untuk menyelidikan permaslahan yang terjadi. Apabila ada kelalaian pada pihak RSMM pihaknya siap.

"Kita ketahui bersama bahwa RSMM merupakan RS non profit tidak mengejar keuntungan tetapi mengutamakan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Mimika terutama masyarakat 7 suku," terang Eus.

Sementara itu terkait dampak yang dihadapi pihak RSMM. Kata Wakil Direktur RSMM Laurens Hokeng mengatakan, sampai saat ini belum ada dampak akibat masalah tersebut hingga ada pasien yang meninggal dunia. Hanya saja pelayanan saat ini bergantung pada mesing genset, sehingga sangat rawan adanya pasien yang meninggal apabila menjalani operasi atau pasien ICU yang semua bergantung pada alat medis.

"Sejauh ini belum ada dampak, tapi akibatnya jika dalam perjalanan pelayanan karena kami bergantung pada genset sampai hari ini dan mendadak mati dan pasien di ICU yang butuh listrik dan oksigen atau operasi karena peralatan yang digunakan bergantung pada listrik," kata Hokeng.

Sementara itu ditempat terpisah Manager PLN Cabang Timika Salmon Karet mengatakan, pihaknya tidak membenarkan adanya pemerasan ataupun pemutusan aliran listrik kepada pihak RSMM, uang senilai 8,7 miliar yang diminta oleh pihak PLN kepada pihak RSMM karena adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pihak RSMM.

"Tidak ada pemerasan,  dan pemutusan. kami lakukan sesuai dengan pelangaran yang dilakukan oleh RSMM," kata Salmon ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/2). (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika