Main Area

pesparawi xiii
ulang tahun ke 36

Main

Diduga banyak Calon Siswa Baru “titipan” di Sekolah Primadona

Timika, TabukaNews.com – Program pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia lewat pendidikan dan menciptakan pendidikan gratis bagi seluruh anak negeri hanya menjadi isapan jempol, pasalnya Momentum pendaftaran siswa baru seolah menjadi ladang basah bagi pihak sekolah, yang lebih parahnya indikasi itu terjadi di sekolah negeri tingkat menegah yang dikategorikan sekolah primadona.
Membuat Orang tua murid calon siswa baru yang mandaftarkan anaknya di sekolah negeri  Tingkat Menegah di Timika harus menerima kenyataan karena anakanya tidak bisa diterima masuk sebagai siswa baru ke sekolah tersebut karena diduga banyak calon siswa “titipan”.
 “jujur anak saya itu di SMP masuk 10 besar, waktu tes di SMA negeri dia tidak lolos, ternyata ada permainan disitu banyak “titipan”, ungkap oknum orang tua yang tidak sebutkan namanya tersebut.


Dirinya berharap kedepanya jangan lagi ada praktek begitu karena hampir setiap tahun ajaran baru pasti ada praktek tersebut maka kepada dinas terkait untuk memperhatikan hal tersebut karena akan berdampak pada generasi penerus .
“bila perlu oknum guru yang melakukan itu harus di tindak,” jelasnya.
Anggota DPRD Mimika Yulian Salossa mengungkapkan dirinya banyak menerima keluhan warga tentang susahnya calon siswa baru yang hendak masuk di sekolah-sekolah primadona negeri.  padahal peran utama sekolah adalah menciptakan generasi muda Mimika yang berilmu, berkarakter baik dan berdayaguna untuk membangun daerah ini di masa mendatang.
“banyak orang tua yang mengeluh susahnya memasukkan anak ke sekolah lantaran tidak cukup nilai dan alasan lainnya dari pihak sekolah, jangan sampai ada faktor X dalam penerimaan murid baru di tahun ini.” Ujarnya.


Menambahkan, pihak sekolah perlu menetapkan prioritas bagi penerimaan murid baru, sebagai affirmative action atau keberpihakan bagi anak asli Mimika Suku Amungme dan Kamoro, kemudian 5 kekerabatan suku dan Papua lainnya, serta anak Labeti –lahir besar Timika.
“Pihak sekolah memberi prioritas bagi anak Amungme dan Kamoro serta anak asli Papua lainnya jangan dipersulit,” jelasnya.
Pihak sekolah diminta tidak arogan dalam mengakomodir permintaan warga yang ingin menyekolahkan anaknya,  kebijakan dari sekolah sangat penting bagi majunya pendidikan bagi anak daerah Mimika. Oleh karenanya managemen sekolah perlu mengambil langkah-langkah penyesuaian yang fleksibel dengan tujuan murni bagi kebaikan para peserta didik apalagi di masa pandemi COVID-19 yang penuh kesulitan sekarang ini.
Ia berharap generasi milenial Mimika mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya, sehingga di kemudian hari bisa bertumbuh menjadi generasi andalan Mimika bagi kemajuan daerah di masa mendatang.(tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika