Main Area

Main

Dewan Soroti Kelangkaan BBM Serta Perlu Evaluasi Pasokan Untuk Timika

Anggota DPRD Mimika dari Partai Gerindra  Drs. Tanzil Azharie/ Foto: Tim/Tabukanews.com

 

Timika, Tabukanews.com - Anggota DPRD Mimika dari Partai Gerindra Drs. Tanzil Azharie mengatakan, terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak baik solar, bensin dan Pertalite harus menjadi perhatian bersama serta perlu dievaluasi kembali oleh pihak Pertamina, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika dan penyalur.

"BBM di Mimika berlaku hukum permintaan dan penawaran, tapi harus evaluasi pendistribusian," kata Tanzil Azharie ketika ditemui di jalan Budi Utomo, Kamis (28/11).

Menurutnya, banyak hal yang perlu dievaluasi bersama terkait kelangkaan BBM di Mimika, baik melakukan pengawasan terhadap jobber, perusahaan pendistribusian, dan pihak SPBU. Akibatnya meningkatnya permintaan membuat BBM bisa saja disalah gunakan. Artinya bisa saja didistribusikan keluar Timika untuk mendapatkan keuntungan lebih, begitu juga ada indikasi penuimbunan BBM.

"Banyak hal yang terjadi di Timika, banyak sekali a, a dan b, b, atau terjadi penumpukan dan mubazir. Kalau dikirim ke Timika dengan harga standar, sedangkan kalau dijual ke luar Timika dengan harga lebih tinggi," terangnya.

Ia menjelaskan, Timika merupakan salah satu kota yang roda perekonomiannya sudah maju dibandingkan dengan daerah lain di Papua, baik daya beli, dan daya guna. terbukti volume kendaraan dari tahun ketahun semakin meningkat, dan kalau tidak di evaluasi kedepan setiap akhir tahun akan terjadi kelangkaan BBM di Mimika.

"Pertamina harus melihat potensi yang ada di Mimika berbeda dengan daerah lain, saya bandingkan dengan Cicadas Bandung tahun 1986 tempat berkisarnya perputaran dolar di Indonesia sama seperti di Timika yang sudah melebihi semua daerah. Kita lihat daya beli di Mimika sangat tinggi terlihat berapa ribu kendaraan di Timika berlalu lalang itu akan mempengaruhi hukum permintaan dan penawaran," jelasnya.

Selain itu dirinya juga menyoroti satu perusahaan yang bekerjasama untuk menyalurkan BBM. dengan kondisi tersebut telah terjadi monopoli, kondisi perekonomian yang tidak sehat. semakin berkembangnya Mimika, kedepan perlu ada perusahaan lain yang bisa bersaing untuk memasok kebutuhan BBM di Mimika sehingga terjadi persaingan yang sehat.

"Jadi mari sama-sama kita benahi kondisi kelangkaan BBM di Mimika. Timika ini harus berubah, jangan lagi ada monompoli dengan memberikan peluang bagi pelaku usaha yang lain dalam memasok hanya satu kalau bisa ditambah pihak lain supaya Kompetitif," ungkapnya.

Ia berharap, kelangkaan BBM menjadi bahan evaluasi bagi DPRD Mimika juga bersama Pemkab Mimika sehingga pendistribusian BBM ke Mimika seperti avtur, bensin, pertamax, pertalite, solar dan minyak tanah tidak terjadi kelangkaan.

"Anggota DPRD Mimika akan melakukan Evaluasi terhadap pendistribusian BBM di Timika," harapnya. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika