Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

Dari Kegiatan Media Gathering : Peran Media Untuk Menangkal Berita Hoax

Foto bersama peserta kemitraan Media Gathering tentang peningkatan kapasitas wartawan dab pencegahan berita hoax/ Foto: Ricky Lodar/Tabukanews.com

Timika, Tabukanews.com - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan pembinaan kapasitas wartawan dan pencegahan berita hoax yang berlangsung di hotel Grand Tembaga ruang Kamora,Timika,Papua, Kamis (4/7).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten III bidang administrasi umum Setda Kabupaten Mimika I Nyoman Putu Arka, SE. M. Si, Kadiskominfo Kabupaten Mimika Dionisius Mameyau, SH, M. Si, serta narasumber dari Kementrian Kominfo RI, Drs. Eka Yonavilbia, MSc, dan pimpinan OPD.

Mewakili Bupati Mimika, Asisten III bidang administrasi umum Setda Kabupaten Mimika I Nyoman Putu Arka dalam sambutannya mengatakan, era teknologi saat ini seiring dengan trend penyebaran berita palsu (hoax) yang semakin meningkat. Kendati sudah ada aturan yakni KUHP dan UU Ite UU Pers nomor 40/1999 namun penyebaran berita palsu tetap marak.

"Tren berita hoax masih banyak ditemukan walaupun sudah ada aturan yang mengatur," kata Nyoman.

Ia menjelaskan, isu berita hoax tersebut bukan hanya terjadi di Indonesia melainkan seluruh dunia, hal tersebut disampaikan oleh Mentri Kominfo. Oleh sebab itu untuk menangkal adanya berita hoax diperlukan peran serta media dalam menyajikan berita yang akurat berimbang dan sesuai fakta

"Hoax menjadi isu global, bukan hanya di Indonesia tapi seluruh dunia," jelasnya.

Ia juga menambahkan, hadirnya medsos tidak bisa dibendung seiring dengan perkembangan teknologi, dengan teknologi seakan dunia berada didalam genggaman, sebab adanya Smartphone semua orang bisa mengakses setiap informasi dari semua segi kehidupan di berbagai belahan dunia melalui smartphone dengan mudah dan murah. Bahkan saat ini layanan internet seakan menjadi lebih penting dari segalanya dan menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia.

"Kehadiran medsos sebagai manifestsasi dari perkembangan teknologi internet tidak bisa dielakan. Setiap individu dapat dengan sangat muda dan murah mengakses internet melalui ponsel atau smartphone," tambahnya.

Dengan berbagai masalah yang ada, diperlukan peran serta media sebagai pilar ke-empat demokrasi untuk menangkal berita hoax yang disebarkan, dengan konten berita yang akurat berdasarkan fakta dan berimbang agar tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat guna mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap peran media.

"Untuk menangkal hoax yang beredar dikalangan masyarakat perlu peranan pers untuk menyajikan informasi sesuai fakta dan berimbang," ungkapnya.

Dalam perkembangan saat ini justru profesionalisme pers semakin dibutuhkan. Meski zaman terus berubah dan teknologi komunikasi berkembang dasyat, bagi insan pers akurasi harus tetap lebih utama dan lebih penting dibanding dengan kecepatan. Oleh karena itu, insan pers harus tetap tunduk dan taat kepada kode etik jurnaslitik.

"Profesionalne harus tetap dijaga dan tunduk pada kode etik jurnalis," tuturnya.

Pers mempunyai tanggung jawab teknis profesional dan tanggung jawab sosial dengan menggelar peningkatan kapasitas insan pers sangat dibutuhkan untuk memberikan pencerahan pandangan yang baik kepada masyarakat

"Pers indonesia selain mempunyai tanggung jawab teknis profesional juga memiliki tanggung jawab sosial," katanya.

Dirinya berharap, insan pers dapat berinteraksi positif, terus bersemangat meningkatkan kapasitasnya sebagai insan pers yang menyajikan informasi sesuai fakta, lebih akurat, cermat, berimbang dan dapat berperan mengurangi berita bohong, sehingga masyarakat Mimika bisa tetap hidup berdampingan di tanah Amungsa.

"Saya berharap, insan pers di Mimika terus meningkatkan kapasitasnya dalam menyajikan berita sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat," harapnya. (Jrl).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika