Main Area

Main

Dandim 1710 Mimika,TNI Siagakan Pasukan Cadangan Pulihkan Kamtibmas Kota

Dandim Kodim 1710/Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan/ Foto : Tim

 

Timika, Tabukanews.com, TNI menyiagakan satu SSK dari Batalyon 754 ENK/Kostrad untuk membantu kepolisian dalam memulihkan situasi kamtibmas di Kota Timika, Papua pasca unjuk rasa anarkis yang terjadi di Kabupaten Mimika, Papua.

Dandim Kodim 1710/Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan saat ditemui di Kantor DPRD Mimika, Rabu (21/8/2019) mengatakan,pasukan cadangan itu siap dikerahkan sewaktu-waktu jika diperlukan jika eskalasi situasi di Timika kembali memanas.

Disampaikan Dandim bahwa untuk hari ini sesuai dengan permintaan Kapolres, pihaknya menyiapkan satu SSK prajurit Kodim 1710 Mimika dan Detasemen Kaveleri III Srigala Ceta. Satu SSK lagi disiagakan di Mako Yonif 754/ENK. TNI siap memback-up penuh rekan-rekan kepolisian agar situasi keamanan di Timika segera pulih kembali.

"Sangat disayangkan kegiatan unjuk rasa damai warga Papua di Timika berakhir ricuh dan anarkis di halaman Kantor DPRD Mimika,"kata Dandim.

Massa melempari pimpinan orasi, para anggota DPRD Mimika, Kapolres, Dandim dan aparat TNI-Polri dengan batu, merusak sejumlah kendaraan dan fasilitas Hotel Grand Mozza.

Unjuk rasa yang digalang oleh kelompok yang menamakan diri 'Solidaritas Masyarakat Papua Kota Timika Anti Rasisme/SMPKTAR' itu hendak menyampaikan aspirasi politik mengutuk tindakan rasis dan persekusi terhadap mahasiswa Papua yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu di Surabaya, Malang dan Semarang.

"Sebenarnya kami berharap masyarakat bisa menyikapi masalah tersebut dengan bijak, dewasa dan hati yang sejuk. Namun kenyataannya malah terjadi tindakan anarkis berupa pelemparan batu ke arah aparat keamanan maupun fasilitas Kantor DPRD Mimika. Karena itulah Kapolres (AKBP Agung Marlianto) memutuskan untuk mendesak massa yang ada di depan gedung DPRD karena sudah mulai bertindak anarkis," jelas Letkol Nainggolan.

"Saya mengimbau warga Timika agar menghentikan tindakan anarkis dengan merusak fasilitas umum, fasilitas pribadi berupa kendaraan dan rumah-rumah warga setempat,"ujarnya.

Dandim mengatakan, TNI dan Polri di Timika akan segera melakukan patroli, apakah 2x24 jam atau 3x24 jam. Kami memastikan stabilitas keamanan di Timika seluruhnya pulih kembali seperti sedia kala.

Saat terjadi aksi anarkis oleh massa pengunjuk rasa di halaman depan Kantor DPRD Mimika, Kamis, sejumlah anggota TNI dan Polri terluka akibat terkena lemparan batu.

 "Anggota yang terkena lemparan batu yaitu personel Denkav III/Srigala Ceta mengalami luka di bagian kepala, sudah ditangani oleh tim kesehatan. Ada juga anggota Brimob terluka di bagian telinga," kata Dandim.

Pasca unjuk rasa anarkis warga Papua di Timika aparat mengamankan 45 orang, 20 orang diantaranya diamankan saat merusak Hotel Grand Mozza di Jalan Cenderawasih SP2 dan 15 orang lainnya yang diamankan merupakan aktivis Komite Nasional Papua Barat/KNPB.(Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika