Main Area

Main

Dalam 5 Jam Polisi Berhasil Membekuk 6 Tersangka Kasus Pengeroyokan Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia

TIMIKA, TABUKANews.com - Polres Jayapura mengelar Perss Conference terkait kasus pengeroyokan yang mengakibatkan korban HD meninggal dunia. 

Dalam Perss Conference di Polres Jayapura,dipimpin langsung oleh Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon. SH.,S.IK.MH.M.Si bertempat di Aula Cycloop Mapolres Jayapura. Jumat (2/1/2018).

Dalam Perss Conference disampaikan Kapolres keenam tersangka masing-masing berinisial YB (31), PB (34), DS (21), EO (15), YW alias A (23), MY (30) berhasil dibekuk pihak Kepolisian Polres Jayapura dalam kurun waktu 5 jam, karena melakukan pengeroyokan yang mengakibatkan korban berinisial HD meninggal dunia (MD) di Kampung Waibron Distrik Sentani Barat, Rabu (31/1) dini hari lalu.

Lanjut Kapolres, Untuk pelaku utama KW sendiri masih dalam pengejaran dan telah diterbitkan surat daftar pencarian orang (DPO) oleh Polres Jayapura.

Disampaikan Kapolres, kejadian berawal saat korban bersama pelapor Petrus Wally dengan menggunakan mobil xenia merah pergi dari pasar baru ke kampung Waibron, saat tiba dikampung mobil korban bersenggolan dengan motor pelaku KW sehingga terjadi cekcok mulut, lalu korban mengejar pelaku KW dengan menggunakan sangkur kemudian pelaku KW memukul tiang listrik sehingga teman-teman pelaku sebanyak 6 orang datang dan melakukan pengeroyokan terhadap korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Bahwa 6 pelaku yang dibekuk dan 1 pelaku yang DPO merupakan pelaku yang terlibat langsung melakukan pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia (MD),"terang Kapolres Jayapura.

Kapolres menambahkan pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) yang berhasil diamankan diantaranya 1 buah pisau sangkur, 2 buah batu, dan 2 buah kayu yang digunakan oleh para pelaku untuk menganiaya korban hingga MD.

Menurut Kapolres, kasus ini merupakan murni oknum dan tidak melibatkan suku, kampung dan lain-lain, sehingga tidak boleh ada aksi balasan, tetapi diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk memprosesnya sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

"Jadi kasus ini murni oknum dan tidak ada kaitan dengan suku, kampung, sehingga saya berharap masyarakat, terutama keluarga pelaku untuk menyerahkan kasus ini kepada kami untuk memprosesnya secara hukum,"kata Kapolres.

Disampaikan Kapolres para tersangka akan dikenakan pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHPIDANA dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.(dzy/tim)

2018 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika