Main Area

pesparawi xiii

Main

Curanmor Domonasi Jumlah kasus di tahun 2019

Timika,TabukaNews.com - dipenghujung tahun 2019, Polres Mimika membeberkan seejumlah kasus-kasus yang berhasil diungkap baik kasus menonjol,  curanmor,  dan penganiayaan. 

"Jadi kasus yang paling menonjol dan masuk dalam peringkat 10 adalah curanmor sebanyak 354 kasus,kemudian kasus pencurian sebanyak 277 kasus,disusul kasus penganiayaan 224 kasus," ungkap Kapolres Mimika,AKBP I Gusti Gde Era Adhinata dengan didampingi Wakapolres Mimika,Dandim 1710/Mimika  pada kegiatan refleksi akhir tahun 2019 yang berlangsung dihalaman Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika, Selasa (31/12).

Selain ketiga kasus yang jumlah terbesar,adapun jumlah kasus-kasus lainnya yakni kasus penipuan sebanyak 68 kasus,kasus pengerusakan 57 kasus,kasus pengeroyokan 57 kasus,curas/jambret 52 kasus. Kemudian kasus UU ITE 44 kasus,kasus penggelapan 42 kasus dan terakhir kasus perlindungan anak 32 kasus.

"Ini kesemua masuk dalam ke 10 kasus yang sudah ditangani," kata Kapolres.

Lanjut Kapolres bahwa untuk penanganan kasus narkoba sendiri ,yang paling banyak adalah kasus sabu-sabu sebanyak 16 kasus dengan BB 91,27 gram,sedangkan ganja sebanyak 36 gram dan obat-obatan sebanyak 25 butir.

"Tahun ini mengalami kenaikan yakni ada 17 kasus apabila dibandingkan dengan tahun kemarin. Untuk pelanggaran dan jumlah laka lantas sendiri mengalami penurunan,"ungkap Kapolres.

Sedangkan untuk kasus korupsi sendiri, kata Kapolres, bahwa ditahun 2019 hanya ada satu yang sudah dilimpahkan,namun ada beberapa target yang sedang didalami.

"Nanti kita akan dalami, mudah-mudahan ada peningkatan. Kita harapkan dengan melihat dari jumlah kerugian negara yang sudah kita selamatkan kedepannya mudah-mudahan ada peningkatan,"kata Kapolres.

Untuk kasus kriminal bersenjata sendiri,menurut Kapolres di tahun 2019 pihaknya hanya membantu melakukan penangkapan terhadap pelaku penembakan oleh salah satu pimpinan KKB serta mengamankan 1000 amunisi.

Dalam kesempatan tersebut,Dandim Mimika 1710/Mimika,Letkol Inf Pio L Nainggolan,menambahkan bahwa memasuki tahun 2020 terlebih dahulu harus merefleksi satu tahun kebelakang. Pasalanya untuk stabilitas keamanan di Timika saat ini perlu diberikan apresiasi.

"Karena stigma Kabupaten Mimika yang pada saat tahun 2018 itu diberikan tanda hitam atau tanda merah yang mana selalu dikatakan Timika "tiap minggu kacao", ternyata sudah terbukti saat ini kondisi sudah sangat kondusif. Kita lihat saja di Pilkada dan Pemilu serentak Timika terlihat aman dan stabil,sehingga ini perlu dievaluasi dan pertahankan,"ungkapnya.(Tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika