Main Area

Main

Bupati Puncak Kutuk Penyanderaan dan Pembunuhan Brigadir Anumerta Heidar

Bupati Puncak Wilem Wandik/ Foto: Tim/Tabukanews.com

 

Timika, Tabukanews.com - Bupati Kabupaten Puncak Wilem Wandik mengutuk aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang melakukan penyandraan dan pembunuhan terhadap Brigadir Amumerta Heidar anggota Satgas Nemangkawi, BKO Satgas Gakkum Ditreskrimum Polda Papua saat mengantar bahan makanan kepada seorang warga bernama Yabimayu Telenggenpada hari Senin tanggal 12 Agustus kemarin.

"Jadi saya menyesal dengan saudara-saudara kami (KKB) yang selalu bawa senjata dan bunuh orang," kata Wilem saat ditemui di bandara Internasioan Mosez Kilangin Timika, Selasa (13/8).

Menurutnya, dirinya mengingikan sebuah kedamaian didaerah yang dipimpinnya, hanya saja selalu terjadi gangguan kemanan yang dilancarkan oleh KKB. Apa yang dilakukan oleh KKB dilarang didalam ajaran agama, namun semua telah terjadi biarlah Tuhan yang akan membalas semua perbuatan yang telah dilakukan.

"Tuhan tidak menghendaki hal-hal seperti itu, Tuhan akan membalas orang-orang yang melakukan ini, orang-orang ini saya kutuk saya tidak mau daerah saya selalu ada korban," terangnya.

Upaya komunikasi telah dilakukan oleh Pemkab Puncak terhadap pihak KKB, hanya saja apabila permintaan tidak ditepati maka akan berujung pada aksi penembakan. Kendati demikian, dirinya berharap suatu saat KKB yang selalu berulah agar bisa sadar dan bisa kembali seperti masyarakat biasa.

"Selama ini kita lakukan persuasif komunikatif dengan mereka (KKB) kalau tidak lakukan maka kami tidak tahu tiba-tiba muncul dan tembak orang setelah itu hilang, tapi mudah-mudahan suatu saat mereka akan sadar dan mereka akan kembali ke pangkuan NKRI," harapnya.

Sementara itu ditanya, kejadian yang terjadi berkaitan dengan peringatan HUT RI pada tangal 17 Agustus mendatang. kata Wandik, gugurnya Brigadir Anumerta Heidar tidak ada kaitannya dengan gangguan kemanan yang dilancarkan oleh KKB menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus mendatang.

 

"Situasi ini tidak berkaitan dengan peringatan 17 Agustus, semua aman terkendali dan kita tetap laksanakan 17 Agustus, aktifitas masyarakat disana biasa-biasa saja," kata Wandik. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika