Main Area

Main

Bupati Omaleng Hadiri Peresmian 16 Program Kementrian Kelautan dan Perikanan

ada foto : Bupati Mimika Eltinus Omaleng berjabatan tangan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti/ Foto:Tim/TabukaNews.Com

Timika,TabukaNews.Com- Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE., MH berkesempatan menghadiri peresmian 16 Kegiatan Prioritas Pembangunan Kementrian Kelautan dan Perikanan, salah satunya Cool Storage 1000 ton di Muara Baru Jakarta Utara,Kamis (10/10).

16 kegiatan prioritas kelautan dan perikanan ini diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti.

Melalui release yang diberikan kepada media ini, Bupati Mimika,Eltinus Omaleng dalam press conference yang dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti, Dirjen PDSPKP dan didampingi Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mimika,Lientje Siwabessy, mengucapkan terimakasih kepada Menteri Kelautan dan Perikanan dan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan yang telah membangun Perikanan di Kabupaten Mimika melalui Program Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu ( SKPT),yang hari ini diresmikan dengan kapasitas 200 ton.

"Sebelumnya Mimika sudah operasikan Cool Storage dengan kapasitas 100 ton. Dengan diresmikan kapasitas 200 ton maka sudah 300 ton,"kata Eltinus.

Eltinus juga berharap program SKPT kedepannya tetap ada sebagai bentuk perhatian Pemerintah Pusat untuk percepatan pembangunan di daerah sebagai daya tarik bagi investor untuk berinvestasi di sektor perikanan Kabupaten Mimika.

"Kami Pemerintah Kabupaten Mimika akan mendukung pembangunan sarana dan prasarana SKPT Mimika, dan akan mengelolanya dengan baik untuk kesejahteraan nelayan pada khususnya dan Masyarakat Mimika pada umumnya,"ucapnya.

Menurut Bupati Mimika, Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu ( SKPT) Kabupaten Mimika yang dibangun sejak tahun 2016 dengan tujuan untuk meningkatkan produksi, konsumsi, dan ekspor hasil perikanan yang pada ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"SKPT Kabupaten Mimika difokuskan pada dua zona pengembangan yaitu Zona Inti (kawasan industri) yang berada di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Paumako dan Zona Pendukung (produksi) yang berada di Distrik Mimika Barat Jauh, Distrik Amar, Distrik Mimika Barat dan Distrik Mimika Timur Jauh,"ungkapnya.

Kata Eltinus, data hasil evaluasi pemanfataan yang diperoleh dari Dinas Perikanan Kelautan Kabupaten Mimika itu berada di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 718,yang meliputi Laut Aru, Laut Arafuru, dan Laut Timor Bagian Timur memiliki potensi sumber daya ikan sebesar 2.637.565 (data Komnas Kajiskan tahun 2017) baru memiliki tingkat pemanfaatan sebesar 0.89 persen.

"Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat pemanfaatan masih sangat jauh dari potensi yang ada. Komoditas utama dari SKPT Mimika adalah Ikan Pelagis Kecil, Ikan Demersal, Udang dan Kepiting,"katanya.

Untuk pencapaian kinerja SKPT Kabupaten Mimika,kata Eltinus,selama periode 2016 – 2019 produksi ikan di SKPT Kabupaten Mimika mengalami peningkatan yang signifikan.

"Dari 4.907 Ton di tahun 2016 meningkat menjadi 7.597 ton, pada tahun 2017 meningkat kembali menjadi 20.587 ton ,pada tahun 2018 dan sampai Agustus 2019 mencapai 12.666 ton dengan total nilai produksi sebesar Rp.172.933.757.000,"katanya.

Lanjut kata Omaleng, salah satu faktor pendorong peningkatan produksi ikan yang signifikan pada tahun 2018 adalah meningkatnya jumlah frekuensi kapal penangkap ikan yang mendaratkan ikan di PPI Paumako sebagai zona inti SKPT Kabupaten Mimika.

"Selama periode 2016 – 2019 terus mengalami kenaikan yaitu dari 340 kapal di tahun 2016 meningkat menjadi 570 kapal pada tahun 2017, meningkat kembali menjadi 684 kapal pada tahun 2018. Sampai dengan bulan Agustus 2019 jumlah frekuensi kunjungan kapal mencapai 463 kapal,"ungkap Eltinus.

Sementara untuk peningkatan produksi, menurut Eltinus, itu tidak terlepas dari bantuan pemerintah yang diberikan kepada masyarakat, seperti kapal penangkap ikan beserta alat tangkap, cool box, sarana pengolahan, gudang beku kapasitas 100 ton dan 200 ton, kendaraan berpendingin, mobil crane, serta tambat labuh kapal kecil yang sudah dimanfaatkan oleh nelayan.

“Kita terus dorong pemanfaatan bantuan oleh nelayan, seperti kapal penangkap ikan dan alat penangkap ikan berkontribusi dalam volume produksi tangkapan sebesar 9,35 ton periode Desember 2018 sampai dengan bulan April 2019. Sedangkan mendorong peningkatan pendapatan rata-rata penerima bantuan sebesar Rp.2.000.000,"ungkapnya.

Eltinus juga menyampaikan bahwa Pemda Mimika juga sudah siapkan lahan tanah di Pomako untuk perindustrian perikanan.

"Target kita hasil perikanan dan kelautan dapat di ekspor ke luar negeri termasuk kita pasok ke daerah lain di Indonesia, dan tentunya akan berdampak pada peningkatan PAD Kabupaten Mimika,"ungkapnya.

Sementara itu dalam sambutan Menteri Kelautan dan Perikanan,Susi Pudjiastuti, bahwa Sentra Kelautan Pembangunan Terpadu ( SKPT) sebetulnya adalah konsep yang aslinya ditahun 2001 pada saat masih jadi pengusaha ikan.

"Saya melihat Indonesia yang begitu luas, pulau- pulau terdepan atau terluar memiliki potensi yang luar biasa dan strtegis untuk kepentingan keamanan negara,"ungkapnya.  

Kata Susi, bahwa perbatasan Indonesia yang paling besar dan luas adalah lautan, dimana 71 persen dari wilayah NKRI adalah lautan.

"Kita membangun dari laut terdepan dari wilayah NKRI. Kenapa saya ingin membangun SKPT di 111 pulau terluar kita, karena bila ada kegiatan ekonomi maka akan mengundang jumlah penduduk atau masyarakat untuk datang, sehingga pulau- pulau itu bukan hanya berpenghuni tetapi memang banyak penduduknya,"katanya.

Lanjutnya,apabila hanya berpenghuni 11 atau 12 orang, secara strategis keamanan itu kurang baik sehingga dibangunlah SKPT dengan didukung alat bantu seperti kapal- kapal kecil, sedang dan besar. 

"SKPT yang ideal sebetulnya cool storagenya minimal 200 ton idealnya 1000 ton. Pulau-pulau ini akan menghasilkan kegiatan ekonomi dari penangkapan ikan dan juga perdagangan perikanan itu sendiri serta membantu Pemerintah bila terjadi gangguan keamanan dari negara tetangga,"ungkapnya.

Dijelaskannya, bahwa pembangunan SKPT ini sejalan dengan janji Nawa Cita ketiga Presiden Joko Widodo, yakni “Membangun Indonesia dari pinggiran dan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka kesatuan.

"Saya berharap dengan adanya SKPT ini punya manfaat bagi PAD serta masyarakat setempat. SKPT akan kita lengkapi dengan tempat pelelangan ikan supaya kapal-kapal bisa mendaratkan tangkapannya dan dilelang, bukan hanya dicatat saja,"jelasnya.

Untuk masalah lelang, kata Susi itu tentunya ada retribusi yang bisa jadi pemasukan daerah, namun Bupati harus meminta pendelegasian kembali pengelolaan aset dan juga pengelolaan wilayah laut dari Gubernur kepada Bupati. Setelah itu dibuat PERDA supaya kapal-kapal penangkap ikan bisa diwajibkan bongkar semua muatan ikan.

"Saya tegaskan jangan sekali- kali fasilitasi ilegal fishing di wilayah perairan laut kita. Selain itu saya ingatkan supaya pelayanan publik dan perizinan harus cepat dan tidak berbelit- belit agar tidak menghambat investasi dan kinerja dunia usaha sektor perikanan,"tegasnya.(Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika